RADARSOLO.COM – Arus lalu lintas di Kota Solo mengalami lonjakan signifikan pasca Lebaran 2025. Sejumlah ruas jalan utama yang menghubungkan pusat kota dengan kawasan luar kota dilaporkan padat kendaraan.
Berdasarkan pantauan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta, hingga pukul 12.00 WIB pada Kamis (3/4/2025), tercatat sebanyak 160.645 kendaraan yang keluar masuk Kota Solo.
"Selain dari arah luar kota, arus lalu lintas dalam kota juga cukup padat. Terutama di Jalan Slamet Riyadi menuju destinasi kuliner seperti Soto Triwindu dan wisata belanja seperti Pasar Gedhe," ungkap Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Solo, Ari Wibowo, kepada RadarSolo.com.
Kepadatan juga terjadi di kawasan Makutho, Klodran, Kleco, Jongke, Dawung, Ring Road, Jurug, hingga Tugu Wisnu Manahan.
Lokasi-lokasi wisata populer seperti Masjid Sheikh Zayed, Solo Safari, dan Taman Balekambang turut menyumbang tingginya volume kendaraan. Bahkan, area Ngarsopuro tampak ramai hingga malam hari.
“Kalau melihat tren hari ini, volume kendaraan sepertinya kembali meningkat,” sambung Ari.
Dalam kondisi seperti ini, Dishub mengimbau masyarakat agar lebih tertib dan menaati peraturan lalu lintas.
Ari juga menekankan pentingnya kesabaran saat menghadapi kemacetan di kota budaya ini.
“Tetap taati peraturan lalu lintas. Kalau merasa lelah, silakan istirahat. Nikmati suasana Kota Solo, dan usahakan bersabar saat menghadapi kepadatan. Budaya masyarakat Solo sendiri cenderung jarang membunyikan klakson, lebih mengutamakan toleransi,” ujarnya.
Ari juga mengingatkan agar masyarakat memarkirkan kendaraan di lokasi yang diperbolehkan.
“Tadi ada kendaraan yang kami gembok karena parkir sembarangan. Mungkin pengemudinya bingung cari tempat, tapi kami tetap siaga di beberapa titik,” jelasnya.
Dishub memprediksi puncak arus balik Lebaran akan terjadi pada Sabtu (5/4/2025) mendatang.
“Kami terus melakukan antisipasi meskipun belum puncak. Dengan sistem pantauan lalu lintas dari Central Control Room, kami bisa melihat kondisi kota secara menyeluruh dan langsung menerjunkan personel ke titik-titik padat,” pungkas Ari. (nis)
Editor : Damianus Bram