RADARSOLO.COM – Jalan Profesor Dr. Soeharso yang selama ini berlaku satu arah akan diubah menjadi dua arah.
Saat ini proses persiapan pengubahan ruas jalan dari Simpang Faroka-Simpang Fajar Indah telah dimulai oleh DPUPR Kota Solo dengan membongkar pembatas jalan dan pengerjaan jalur lambat sisi barat.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, pekerjaan konstruksi mulai dilakukan di sejumlah area sepanjang 1000 meter (Simpang Faroka-Simpang Fajar Indah) itu.
Dalam proses pengubahan menjadi dua arah itu DPUPR terlebih dahulu akan melakukan pembongkaran pulau jalan (pembatas jalan) antara jalur cepat dan jalur lambar sisi barat. Setelah itu peningkatan kelas jalan baru akan dilakukan dengan metode pengaspalan dan seterusnya.
“Anggarannya dari APBD 2025, nilai pagunya Rp 5,8 miliar,” terang Kepala DPUPR Kota Solo Nur Basuki, belum lama ini.
Proses pengerjaan proyek yang diberi nama Rekonstruksi Jalan Profesor Soeharso itu akan dilaksanakan selama 150 hari kerja dengan masa pemeliharaan selama 180 hari kerja.
DPUPR Kota Solo menargetkan pekerjaan tersebut dapat rampung tepat waktu agar mendukung kelancaran lalu lintas serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan para pengguna jalan.
“Ini proses rekonstruksi ulang jalannya sedang berlangsung. Pembatasnya dibongkar, jalur lambatnya dicor ulang. Jadi biar lebih lebar untuk dua arah," paparnya.
Sekadar informasi, perubahan Jalan Prof Dr Suharso dari satu arah menjadi dua arah itu dilakukan dengan menimbang berbagai aspek yang berkaitan dengan kelalulintasan hingga masukan dari masyarakat sekitar.
Dari sisi kelalulintasan perubahan jalan dari satu arah menjadi dua arah itu dilakukan guna memecah kepadatan lalu lintas yang kerap kali menimbulkan simpul kemacetan di sekitar Tugu Wisnu.
Sementara dari sisi kewilayahan, banyak warga sekitar yang mengharapkan jalan tersebut dikembalikan menjadi dua arah seperti pada 2015 lalu.
Ini agar usaha masyarakat yang ada di sepanjang Simpang Faroka hingga Simpang Fajar Indah itu bisa kembali ramai seperti sebelumnya.
“Di buat dua arah agar lalu lintas tidak numpuk semua di Tugu Wisnu, selain itu ada masukan dari masyarakat yang selama ini usaha mereka sepi pasca dijadikan satu arah. Karena itu diputuskan untuk dikembalikan jadi dua arah,” beber Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo Taufiq Muhammad. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy