RADARSOLO.COM – Kondisi ekonomi yang cenderung melambat dalam beberapa bulan terakhir membuat Pemkot Solo bersikap adaptif. Wali Kota Respati Ardi pun menaruh harapan besar pada sektor pariwisata dan industri kreatif untuk menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Salah satu caranya adalah memperbanyak dan mengatur ulang strategi penyelenggaraan event di Kota Bengawan.
Dalam pernyataannya, Respati mengakui bahwa geliat ekonomi belum sepenuhnya pulih, terutama di sektor perdagangan dan jasa. Karena itu, ia mendorong kolaborasi lintas sektor, mulai dari pelaku seni, komunitas, hingga pengusaha, untuk semakin aktif menyelenggarakan kegiatan publik yang bersifat menarik dan berskala luas.
“Ya nanti kita perbanyak terus event-eventnya agar perekonomian juga terus bergerak,” tegas Respati, Kamis (24/4/2025).
Respati mencontohkan salah satu strategi sederhana namun berdampak signifikan terhadap lama tinggal wisatawan. Yakni pemilihan hari pelaksanaan event yang lebih strategis. Sebuah event lari di Pura Mangkunegaran, misalnya, yang semula dijadwalkan pada Minggu pagi lalu dialihkan ke Sabtu pagi, ternyata membawa efek ekonomi yang jauh lebih besar.
“Kalau event-nya Minggu, peserta datang Sabtu malam dan langsung pulang setelah lomba. Tapi kalau digelar Sabtu pagi, mereka sudah datang sejak Jumat, lomba Sabtu, dan Minggunya mereka bisa wisata. Dampaknya terasa: hotel penuh, kuliner ramai, dan ekonomi lokal bergerak,” jelasnya.
Respati juga berharap penyelenggara event ke depan semakin jeli melihat momen dan segmentasi peserta. Ia menekankan pentingnya tidak hanya membuat acara ramai di lokasi, tetapi juga menciptakan efek berantai terhadap hunian hotel, sektor UMKM, transportasi, hingga daya beli lokal.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo Aryo Widyandoko menyebutkan bahwa penyelenggaraan event kini menjadi salah satu strategi utama pemkot dalam merangsang ekonomi kreatif dan sektor pariwisata.
Menurutnya, dari beberapa penyelenggaraan terakhir, terbukti bahwa waktu pelaksanaan punya pengaruh besar terhadap mobilitas wisatawan.
“Kalau waktu pelaksanaan tepat, Solo bisa jadi magnet kunjungan yang lebih lama. Artinya tidak hanya sekadar singgah, tapi wisatawan benar-benar menikmati kota dan belanja. Itu yang kami kejar,” tutur Aryo.
Aryo juga menyampaikan bahwa ke depan Pemkot akan semakin memfasilitasi kolaborasi event dan memberikan dukungan teknis serta promosi agar penyelenggaraan kegiatan di Solo tidak hanya ramai tetapi juga berkesinambungan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kota.
“Solo punya potensi besar, tinggal kita maksimalkan momentum dan pola penyelenggaraan yang sesuai,” pungkasnya. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno