Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Bankeu Rp 35 Miliar Proyek Velodrome Dialihkan untuk Tangani Banjir, Begini Respons Dispora Solo

Silvester Kurniawan • Sabtu, 26 April 2025 | 03:45 WIB
Velodrome Manahan. (M Ihsan/Radar Solo)
Velodrome Manahan. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Rencana ambisius Pemkot Solo untuk merevitalisasi Velodrome Manahan harus kandas di tengah jalan. Proyek infrastruktur olahraga yang semula dijadwalkan mulai dikerjakan pada Mei 2025 itu resmi dibatalkan setelah bantuan keuangan (bankeu) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah senilai Rp 35 miliar dialihkan untuk penanganan banjir.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Solo Rini Kusumandari membenarkan bahwa anggaran revitalisasi dibatalkan karena adanya efisiensi anggaran di tingkat provinsi. Padahal, proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2025 demi menyambut agenda olahraga dan meningkatkan fasilitas balap sepeda serta sepatu roda.

“Kalau velodrome belum bisa digarap tahun ini. Anggarannya yang semula akan menggunakan bankeu dari provinsi ternyata dibatalkan. Alasannya karena efisiensi,” ungkap Rini, Jumat (25/4).

Meski begitu, dispora memastikan bahwa detail engineering design (DED) yang sudah disusun akan tetap disimpan sebagai persiapan jika sewaktu-waktu ada ketersediaan dana.

“DED-nya tetap kami simpan. Kalau nanti ada alokasi anggaran, bisa langsung dieksekusi. Apakah itu lewat APBD Perubahan 2025 atau RAPBD 2026, masih menunggu arahan dari pimpinan. Bisa juga nanti diajukan lagi ke provinsi,” jelas Rini.

Wali Kota Solo Respati Ardi sebelumnya juga telah mengonfirmasi pengalihan anggaran tersebut. Menurutnya, dana yang semula diperuntukkan untuk Velodrome Manahan akan dialokasikan untuk proyek penanggulangan banjir dan normalisasi drainase, terutama di kawasan rawan genangan seperti Mangkuyudan dan Todipan.

“Anggaran dari provinsi untuk velodrome sedang kami komunikasikan agar bisa dipakai dulu untuk perbaikan drainase. Mumpung masuk musim kemarau, kita bereskan supaya musim hujan nanti nggak banjir lagi,” ujar Respati.

Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis menghadapi musim penghujan 2026 mendatang. DPUPR Kota Solo telah memproyeksikan kebutuhan anggaran senilai Rp 17 miliar hanya untuk penanganan drainase di kawasan Mangkuyudan.

Dengan pembatalan revitalisasi ini, Kota Solo harus bersabar lebih lama untuk melihat transformasi fasilitas olahraga tersebut. Meski begitu, pemerintah berharap masyarakat tetap mendukung prioritas pembangunan yang lebih mendesak demi kenyamanan bersama. (ves/bun)

Editor : Kabun Triyatno