Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Butuh Tambahan 130 Kunjungan per Hari, Dispersip Solo Fokus Benahi Ruang Kreasi Anak

Damianus Bram • Rabu, 30 April 2025 | 17:31 WIB
LITERASI: Pelajar membaca buku di perpus milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solo, belum lama ini.
LITERASI: Pelajar membaca buku di perpus milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solo, belum lama ini.

RADARSOLO.COM – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispersip) Kota Solo merancang sejumlah pembenahan fasilitas demi meningkatkan minat kunjungan masyarakat, khususnya kalangan anak-anak.

Salah satu fokus utama adalah revitalisasi Ruang Kreasi Anak yang selama ini dinilai kurang menarik.

"Saat ini Ruang Kreasi Anak masih belum menarik. Kami ingin merevitalisasinya beserta fasad bagian depan, agar tampak lebih menarik lagi sehingga bisa meningkatkan kunjungan pemustaka anak, baik siswa TK, SD maupun SMP," ungkap Kepala Dispersip Solo, Arif Handoko, Selasa (29/4/2025).

Pernyataan itu disampaikan usai penyerahan hibah perangkat IT dan buku berbahasa Inggris dari Yayasan Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Zaman Akhir kepada Pemkot Solo, yang digelar di halaman Kantor Dispersip Solo.

Target Tambahan Kunjungan 130 Pemustaka per Hari

Menurut Kabid Perpustakaan Dispersip Solo, Adityo Setya Warman, perbaikan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya serius untuk mendorong peningkatan literasi masyarakat.

"Kami harus terus meningkatkan literasi masyarakat. Saat ini, meskipun sudah tinggi, skor IPLM (Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat) dan TGM (Tingkat Kegemaran Membaca) Solo masih nomor tiga se-Jawa Tengah. Di bawah Kota Magelang dan Kota Salatiga," jelasnya.

Berdasarkan data Perpustakaan Nasional (Perpusnas), tahun lalu Kota Solo memperoleh skor IPLM sebesar 99,85 dan TGM sebesar 7,2.

Sementara Magelang dan Salatiga masing-masing mencetak skor IPLM 100 dan TGM di atas 8,0.

"Ini jadi tantangan kami untuk memperbaiki peringkat," lanjut Adityo.

Salah satu parameter penilaian yang ingin ditingkatkan adalah angka kunjungan ke seluruh layanan perpustakaan, termasuk perpustakaan daerah, 18 perpustakaan kampung, serta aplikasi perpustakaan digital iSolo.

"Tingkat kunjungan kita hanya kurang 130 pemustaka per hari. Makanya pembenahan fasilitas ini dianggap penting agar para siswa kian tertarik mengunjungi perpustakaan," ujar Adityo.

Total, kunjungan dari 18 perpustakaan kampung, perpustakaan daerah, dan portal iSolo saat ini mencapai sekitar 200 ribu orang per bulan. Jumlah ini belum termasuk pengunjung taman cerdas dan perpustakaan sekolah.

Untuk mewujudkan revitalisasi fasilitas tersebut, Dispersip Solo memperkirakan anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 4 miliar. (dam)

Editor : Damianus Bram
#literasi #dispersip #perpustakaan #revitalisasi