RADARSOLO.COM – Kelurahan Karangasem ditetapkan sebagai lokus intervensi Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Solo dalam program fasilitasi pendidikan antinarkoba pada keluarga. Langkah ini diambil menyusul tingginya kasus peredaran narkoba yang melibatkan wilayah Karangasem.
Data dari Polresta Solo mencatat, Karangasem menempati posisi kedua dalam jumlah kasus narkoba setelah Kelurahan Mojosongo. Sepanjang 2025, terdapat 11 kasus yang diungkap di wilayah ini.
Namun, sebagian besar pelaku bukan warga setempat. Hanya satu orang pelaku yang benar-benar tercatat sebagai warga Karangasem. Ini menunjukkan bahwa wilayah tersebut kerap dimanfaatkan oleh orang luar sebagai tempat transaksi atau penyalahgunaan narkoba.
“Kondisi ini menjadikan Karangasem rawan, sehingga perlu intervensi untuk menurunkan status kerawanannya,” ujar Kepala BNNK Solo Kombes Pol I Gede Nakti Widhiarta, saat memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan Fasilitasi Pendidikan Anti Narkoba Pada Keluarga di Pendapa Kelurahan Karangasem, Jumat (23/5).
Melalui Program Prioritas Nasional Pembentukan Kelurahan Bersih Narkoba (BERSINAR), BNNK Solo berupaya membangun ketahanan diri, baik pada remaja maupun keluarga. Salah satu strateginya yaitu membentuk role model keluarga antinarkoba yang akan menjadi agen edukasi di lingkungan sekitarnya.
“Keluarga adalah ujung tombak pendidikan anak. Program ini bertujuan agar masyarakat benar-benar sadar untuk tidak menggunakan narkoba, dimulai dari rumah. Orang tua harus awasi anak-anak mereka dalam pergaulan dan berikan kasih sayang yang cukup agar anak tidak mencari pelarian yang salah,” tegasnya.
Dari hasil rakor ini, akan dipilih 10 keluarga yang memiliki anak usia 11-16 tahun dan terbukti aktif serta memiliki komitmen dalam kegiatan sosial masyarakat. Mereka akan dilibatkan dalam workshop lanjutan pendidikan antinarkoba.
Diharapkan, para keluarga ini nantinya menjadi contoh dan menyebarluaskan keterampilan pola asuh yang mencegah perilaku negatif pada anak.
Lurah Karangasem Endah Heni Pratiwi menyambut baik program ini. Menurutnya, apabila seluruh keluarga di wilayahnya memiliki ketahanan terhadap narkoba dan aktif dalam pencegahan, maka kasus penyalahgunaan bisa ditekan.
“Semoga dengan hadirnya program dari BNNK Solo ini, angka kasus narkoba di Karangasem bisa turun. Jika semua keluarga terlibat aktif, kami optimistis Karangasem bisa bersih dari narkoba,” ujarnya.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari berbagai stakeholder, antara lain Kesbangpol Solo, Kementerian Agama Solo, dinas pendidikan, Satres Narkoba Polresta Solo, Puskesmas Pajang, PKK Solo, PKK Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, DP3AP2KB, SMPN 3 dan SMPN 2 Solo, LPMK Karangasem, serta praktisi psikologi dari Biro Psikologi Psikoaktif. (zia/nik)
Editor : Niko auglandy