Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pameran Museum di Taman Balekambang Solo Tiket Masuk Gratis, Tapi...

Silvester Kurniawan • Jumat, 30 Mei 2025 | 19:49 WIB
MENARIK: Salah satu diorama yang dipajang dalam Pameran Bersama Museum Keliling Abhinawa Bhumi tengah digelar di Taman Balekambang.
MENARIK: Salah satu diorama yang dipajang dalam Pameran Bersama Museum Keliling Abhinawa Bhumi tengah digelar di Taman Balekambang.

RADARSOLO.COM - Pameran Bersama Museum Keliling Abhinawa Bhumi di Taman Balekambang, Manahan digelar mulai 27 Mei hingga 1 Juni.

Event yang diinisiasi oleh Pemkot Solo ini bisa jadi opsi liburan murah di Kota Bengawan saat ini.

Pameran diikuti 40 museum plus satu kolektor batik di Indonesia. Event ini ditargetkan bisa menarik 2.000 pengunjung setiap harinya.

“Kalau masuk ke lokasi pameran gratis, tetapi masuk Taman Balekambang kan bayar Rp 5.000 per orang. Karena setiap pengunjung taman bisa juga masuk ke pameran gratis, kami targetkan sekira 2.000 orang per hari lah,” terang Kepala UPTD Museum Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta Bonita Rintyowati.

Pemkot Solo sengaja menempatkan event tersebut saat long weekend atau libur panjang Hari Raya Kenaikan Isa Almasih kali ini.

Pihaknya melihat event ini bisa menjadi daya tarik lokasi liburan masyarakat Solo Raya.

Sajian wisata yang murah meriah namun tidak meninggalkan unsur edukatif yang ada di dalamnya.

Di Taman Balekambang, 40 museum plus 1 kolektor batik menggelar stand pamerannya dengan menampilkan berbagai kekhasannya.

Masing-masing seperti Museum Gubug Wayang Mojokerto dengan koleksi karakter Unyil-nya, Museum Listrik yang menyajikan pengalaman belajar soal arus listrik, hingga Museum Nekara dari Kepulauan Selayar yang menampilkan artefak kunonya.

Semua itu bisa dinikmati sepanjang libur panjang ini dari pagi hingga sore hari tanpa dipungut biaya.

Dengan adanya kegiatan tersebut, pihaknya berharap masyarakat bisa semakin mengenal museum. Konsep event ini membawa museum keluar.

Diharapkan acara ini bisa memberikan dampak positif di kemudian hari bahwa pengunjung pameran.

Dengan tujuan di lain kesempatan mereka jadi ingin datang langsung ke museum-museum yang terlibat dalam kegiatan itu.

“Ini jadi event tahunannya UPTD Museum Disbudpar Kota Solo. Kami harap di lain kesempatan bisa berganti ruang publik untuk kegiatan seperti ini. Tahun lalu pernah di Mall (Solo Square), tahun ini di Taman Balaikambang, tahun depan nanti kami carikan tempat yang menarik lagi,” hemat Bonita.

Salah seorang peserta pameran, Ermawati Kepala UPTD Museum Nekara Kepulauan Selayar (sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan).

Kabupaten yang memiliki garis pantai yang luas ini memiliki keunggulan dalam berbagai hal mulai dari kepariwisataan hingga sejarah.

Tak heran jika museumnya banyak memiliki koleksi artefak unik yang datang dari berbagai peradaban, seperti peradapan Tiongkok dan lainnya, karena letaknya sebagai jalur perdagangan di abad ke-14 silam.

“Koleksi utama di kami ada Gong Nekara (gendang perunggu dari zaman perunggu) yang berasal dari 300 tahun sebelum masehi dari kebudayaan Dongson (Vietnam-China), selain itu ada keramik, koin, dan lainnya dari masa kerajaan, masa kolonial, masa Jepang, dan lainnya. Total nya ada lebih dari 10.000 koleksi, yang paling banyak temuan bawah laun seperti keramik dan koin. Kami harap pameran ini warga Solo juga bisa kenal kebudayaan kami dan tertarik untuk datang langsung berkunjung ke Kepulauan Selayar,” harapnya. (ves/nik)

Editor : Niko auglandy
#taman balekambang #solo #museum