Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Nestapa Pedagang 2 Tahun Tempati Pasar Mebel Mojo Solo: Dulu Bisa Beli Tanah, Sekarang Jual Tanah untuk Bertahan

Silvester Kurniawan • Minggu, 1 Juni 2025 | 20:07 WIB
Pasar Mebel Mojo dibangun di era Wali Kota Gibran Rakabuming Raka. (M Ihsan/Radar Solo)
Pasar Mebel Mojo dibangun di era Wali Kota Gibran Rakabuming Raka. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM-Penurunan omzet pedagang Pasar Mebel Mojo, Jebres, Solo, menjadi sorotan  DPRD Solo.

Sejak pindah dari Pasar Mebel Gilingan ke eks Bong Mojo pada Desember 2023, para pedagang mengeluh pendapatan mereka tak kunjung pulih.

Bahkan, janji peresmian pasar hingga kini belum juga terealisasi.

Pasar yang dibangun dengan dana bantuan Provinsi Jateng senilai Rp17,5 miliar itu awalnya digadang-gadang menjadi tempat representatif bagi pelaku usaha mebel.

Namun, kenyataan di lapangan jauh dari ekspektasi.

“Awal masuk sini sudah dihadapkan sama bangunan yang retak, lantai yang amblas. Kalau hujan tampias, kalau panas ya langsung kena sinar matahari. Ya, sudah ada perbaikan, tapi omzet tetap tiarap,” keluh Bobby, salah satu pedagang mebel, Minggu (1/6/2025).

Di pasar lama, para pedagang bahkan bisa membeli tanah dari hasil penjualan mebel.

Kini, demi bertahan, mereka justru menjual aset agar usaha terus berjalan.

Mirisnya, tidak satu pun walikota sejak era Gibran Rakabuming Raka hingga Respati Ardi pernah meninjau langsung ke lokasi.

“Padahal dulu katanya mau diresmikan,” kritik Bobby.

Upaya promosi pun lebih banyak dilakukan secara mandiri oleh pedagang.

Sementara itu, arahan pemerintah untuk menjajaki pasar ekspor hingga produksi lewat Sentra IKM Sri Kayu dinilai tak cocok.

Baca Juga: Mulai Minggu Depan Pindah ke Jalan Pemuda, Begini Suasana Terakhir CFD Klaten di Jalan Mayor Kusmanto

Sebab, sebagian besar pedagang mebel bukanlah produsen langsung, melainkan perantara dari perajin.

“Pedagang di sini itu sudah punya rekanan. Lha ini disuruh nukang lagi, yang juragan-juragan yo emoh. Saurane ben sing enom wae,” seloroh Bobby.

Sementara itu, kondisi Pasar Mebel Mojo telah menjadi perhatian DPRD Solo.

Ketua Pansus LKPj 2024 Wahyu Haryanto menegaskan, banyak masukan dari pedagang sudah dicatat dan direkomendasikan kepada Pemkot Solo.

Salah satu saran DPRD adalah pengadaan program promosi dan pengaturan ulang sirkulasi lalu lintas agar kawasan pasar menjadi lebih hidup.

“Ini eman-eman kalau sampai terlupakan. Pemerintah harus benar-benar bisa membuat program untuk Pasar Mebel Mojo,” kata Wahyu.

Wahyu juga menyebut DPRD akan memantau rencana peresmian pasar yang tak kunjung terealisasi, termasuk dorongan kegiatan ekonomi kreatif yang bisa mendongkrak penjualan mebel lokal. (ves/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#anjlok #omzet #Pasar Mebel Mojo #solo #pendapatan #pedagang