RADARSOLO.COM – Proyek peningkatan kualitas infrastruktur di Jalan RE Martadinata, Jebres, Solo resmi dimulai dan diproyeksikan rampung dalam waktu empat bulan ke depan. Uniknya, pekerjaan ini berjalan simultan dengan proyek pemindahan jaringan pipa PDAM, sehingga membuat salah satu ruas jalan diberlakukan satu arah sejak Senin (2/6).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo Nur Basuki menjelaskan bahwa proyek senilai Rp 2,5 miliar tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Solo dalam meningkatkan kualitas layanan infrastruktur jalan.
Namun, proyek ini harus menyesuaikan dengan pemindahan jaringan pipa air minum yang selama ini berada di tengah ruas jalan.
"Kalau pipanya masih di tengah, setiap ada perbaikan harus bongkar jalan. Jadi sekarang dipindah ke sisi samping jalan dulu. Baru setelah itu kita lanjutkan pengaspalan," jelas Nur Basuki, Senin (2/6).
Menurutnya, lapisan pertama aspal sudah diturunkan di beberapa titik. Namun pekerjaan belum bisa difinalisasi sebelum pemindahan jaringan pipa oleh PDAM tuntas.
Dua proyek ini—peningkatan jalan dan pemindahan pipa—akan berjalan paralel di titik-titik berbeda sepanjang jalan. Setelah jaringan PDAM rampung, proyek peningkatan jalan akan masuk tahap akhir berupa pengaspalan menyeluruh.
Untuk menunjang kelancaran proyek, Dinas Perhubungan Kota Surakarta telah menerapkan sistem lalu lintas satu arah di ruas Jalan RE Martadinata sejak 2 Juni hingga 5 September 2025. Hanya kendaraan dari arah barat ke timur yang diperbolehkan melintas.
Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, Mudo Prayitno, mengimbau warga agar segera menyesuaikan diri dengan perubahan arus tersebut.
“Kami harap masyarakat memahami perubahan ini. Siapkan rute alternatif agar tidak terjebak kemacetan di jam-jam sibuk,” katanya.
Pemkot berharap dukungan masyarakat dapat mempercepat proses pekerjaan agar jalan bisa segera difungsikan secara optimal. Setelah rampung, Jalan RE Martadinata diharapkan menjadi jalur strategis yang lebih nyaman, aman, dan minim gangguan utilitas di masa depan.
Editor : Kabun Triyatno