RADARSOLO.COM - Universitas Sebelas Maret (UNS) angkat suara atas insiden aksi nekat mengakhiri hidup mahasiswi D4 Jurusan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), dengan cara melompat dari Jembatan Jurug ke Sungai Bengawan Solo, Selasa (1/7/2025).
UNS dalam keretangan resminya menyatakan jika perempuan muda yang lompat dari Jembatan Jurug itu adalah mahasiswi mereka.
Korban atas nama Devitasari Anugraeni, 22, asal Bangsri, Purwodadi, Tembarak, Temanggung.
Menyusul kejadian itu, UNS pun langsung melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait di internal kampus.
Hingga akhirnya didapat informasi mengenai kondisi korban, terutama terkait kejiwaannya.
"Mahasiswi yang bersangkutan menjadi klien Subdirektorat Layanan Konseling Mahasiswa UNS sejak Januari 2025 dan sudah direkomendasikan untuk ke psikiater," terang Juru Bicara UNS, Agus Riwanto dalam keterangan resmi, Selasa malam.
Devitasari juga terus mendapatkan pendampingan sampai sebelum peristiwa aksi nekat mengakhiri hidup terjadi.
Agus Riwanto menambahkan, korban sebelumnya juga memberikan informasi kepada Subdirektorat Layanan Konseling Mahasiswa dan Kepala Program Studi D4 K3 jika dirinya mempunyai masalah kejiwaan.
"Korban punya riwayat percobaan bunuh diri sejak tahun 2023 sampai 2025," ujar dia.
Aksi nekat percobaan mengakhiri hidup itu dilakukan dengan berbagai cara.
Antara lain overdosis obat dan peralatan tajam.
"Pernah menjadi pasien rumah sakit jiwa," ungkap Agus Riwanto. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria