Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Sistem 2 Arah Jalan Prof Dr Soeharso Munculkan Titik Kemacetan Baru, Dishub Solo Kurang Antisipasi?

Silvester Kurniawan • Senin, 14 Juli 2025 | 00:05 WIB
Kemacetan di Simpang Faroka-Simpang Fajar Indah, Minggu (13/7/2025).
Kemacetan di Simpang Faroka-Simpang Fajar Indah, Minggu (13/7/2025).

RADARSOLO.COM-Dua pekan penerapan sistem dua arah di Jalan Profesor Dr. Soeharso (Simpang Faroka–Simpang Fajar Indah) mulai menimbulkan simpul kemacetan baru.

Khususnya di Jalan Slamet Riyadi. Kepadan kendaraan terlihat mulai dari depan Solo Square  Mall hingga Simpang Faroka, terutama pada sore hari.

Pantauan radarsolo.com, antrean kendaraan dari arah timur ke barat saat sore hari.

Kemacetan terjadi karena kawasan tersebut berdekatan dengan pusat perbelanjaan dan akses jalan lingkungan yang ramai menjelang malam.

“Setelah jadi dua arah ini malah semakin ramai. Sebelumnya sudah padat, tapi sekarang antreannya panjang sekali. Keluar gang pun susah, apalagi kalau pas lampu merah,” keluh Aji Barata, pengguna jalan, Minggu (13/7/2025).

Lampu Hijau Pendek, Antrean Mengular

Salah satu penyebab kepadatan adalah perubahan sistem lalu lintas yang mengharuskan kendaraan dari timur berhenti mengikuti lampu lalu lintas.

Padahal sebelumnya, kendaraan dari arah timur bisa langsung lurus ke barat tanpa menunggu lampu.

“Sekarang harus ikut lampu, dan lampu hijaunya sebentar banget. Jadi antreannya panjang kalau sore,” tambah Irjanto, warga setempat.

Menanggapi keluhan ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Solo mengaku telah menerima sejumlah masukan masyarakat.

Kabid Lalu Lintas Dishub Solo Ari Wibowo menyebut titik-titik padat seperti Simpang Faroka dan Simpang Fajar Indah menjadi bahan evaluasi pihaknya.

“Ini sedang kami evaluasi, termasuk menambah durasi lampu hijau dari arah timur,” kata Ari.

Baca Juga: Update Bursa Transfer Liga 1: Jens Raven Gabung Bali United, Striker Timnas U-23 Siap Guncang Super League

Ia menjelaskan, lampu hijau dibuat lebih pendek karena harus menyesuaikan dengan arus lalu lintas baru dari arah utara.

Hal ini merupakan konsekuensi dari sistem dua arah yang kini berlaku di Jalan Prof. Dr. Soeharso.

“Ini adalah konsekuensi dari penerapan jalur dua arah. Kami terus evaluasi untuk menemukan pola terbaik," terangnya.

"Sementara itu, kami imbau masyarakat mencari jalur alternatif guna menghindari titik padat pada jam-jam sibuk,” pungkas Ari. (ves/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#solo #fajar indah #dishub #simpang faroka #macet #jalan prof dr soeharso #2 arah