RADARSOLO.COM – Komisi VIII DPR RI mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Solo pada Rabu (16/7/2025) untuk menilai kesiapan program boarding school yang diinisiasi secara nasional. Meskipun secara keseluruhan fasilitas di SRMA 17 sudah memadai, ada beberapa aspek yang dianggap perlu diperbaiki, terutama terkait dengan fasilitas pendukung.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya menemukan sejumlah kekurangan. Di antaranya adalah fasilitas untuk mencuci pakaian yang belum tersedia. Hal ini dianggap sebagai salah satu kebutuhan penting yang harus segera dipenuhi oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
Baca Juga: 9 Sekolah Rakyat Mulai Beroperasi di Jawa Tengah, 850 Siswa dari Keluarga Miskin Terfasilitasi
“Kami lihat tadi fasilitas tempat untuk mencuci pakaian belum ada. Kami minta Kemensos agar segera disiapkan,” ujar Abdul Wachid.
Selain itu, dia juga mencatat bahwa tidak ada fasilitas seperti laptop dan laboratorium komputer di SRMA 17 Solo, padahal fasilitas tersebut sudah ada di sekolah rakyat sejenis yang ada di Bekasi. “Kami akan diskusikan hal ini agar bisa segera dianggarkan dari Kemensos,” tambahnya.
Baca Juga: Warning! Becak Motor Bakal Dilarang Total Beroperasi di Kota Solo, Pemkot Siapkan Penggantinya
Meski demikian, Abdul Wachid juga menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat masih akan terus berkembang. Fasilitas olahraga seperti sepakbola, voli, dan futsal diperkirakan akan tersedia pada tahun depan, seiring dengan rencana pengembangan lebih lanjut untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler di sekolah tersebut.
“Fasilitas yang lebih baik akan disiapkan untuk beberapa waktu ke depan,” ujar Abdul. Di sisi lain, Wali Kota Solo Respati Ardi, memastikan bahwa Pemkot Solo akan memberikan hiburan gratis untuk para siswa dan orang tua, termasuk akses ke fasilitas olahraga di kota tersebut.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Siap Hadir di Wonogiri, Mulai Beroperasi Juli 2026
Salah satu tujuan utama dari program Sekolah Rakyat ini adalah untuk membantu anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Abdul Wachid menegaskan pentingnya seleksi yang ketat untuk memastikan bahwa penerima manfaat adalah anak-anak yang benar-benar membutuhkan.
“Pak Prabowo mengharapkan program ini benar-benar untuk anak dari keluarga miskin ekstrem,” katanya.
Baca Juga: Akibat Jerat Nikah Siri dan Calo KTP, Balita di Sragen Belum Punya Akta Lahir
Selain itu, Pemkot Solo juga berencana memberikan bantuan lain untuk mendukung keluarga siswa, seperti bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) yang akan diberikan kepada orangtua siswa. "Ini langkah efektif untuk mengatasi kemiskinan," kata Respati.
Sebagai bagian dari dukungannya terhadap program nasional ini, Pemkot Surakarta memastikan bahwa setiap tiga bulan sekali, siswa SRMA 17 akan difasilitasi hiburan seperti nonton bioskop gratis dan konser. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang lebih menyenangkan bagi siswa dan orang tua mereka.
Dengan berbagai inisiatif ini, diharapkan Sekolah Rakyat dapat menjadi lebih dari sekadar tempat belajar, melainkan juga lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak-anak dari keluarga kurang mampu. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno