RADARSOLO.COM - Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Solo akan melakukan mutasi dan rotasi aparatur sipil negara (ASN), termasuk pejabat eselon II seperti kepala dinas, kepala badan, staf ahli, hingga asisten.
Isu berhembus bahwa bongkar pasang pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) ini dilakukan demi optimalisasi kinerja.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Solo Dwi Ariyatno membenarkan rencana tersebut. Dia mengatakan proses evaluasi sudah dilakukan melalui sejumlah tahapan, termasuk wawancara oleh tim independen.
“Prosesnya sudah dilakukan, hasil wawancara dengan tim juga sudah diserahkan ke wali kota sebagai pembina pegawai,” ujar Dwi, Senin (11/8/2025).
Di lapangan, beredar informasi beberapa pejabat akan berpindah posisi, termasuk kepala dinas pendidikan, kepala badan perencanaan pembangunan daerah, hingga staf ahli wali kota.
Dwi Ariyatno sendiri disebut-sebut masuk daftar rotasi. Meski begitu, Dwi mengaku tidak mengetahui pasti siapa saja yang akan terkena mutasi. Sebagai ASN, dia menegaskan siap menerima keputusan pimpinan.
“Nama-nama yang dirotasi kami tidak tahu. Kalau ditanya siap atau tidak siap? Kami sebagai ASN akan selalu patuh kepada penilaian pimpinan. Bagi saya mutasi atau rotasi itu hal biasa, ini bagian dari tour of duty sebagai abdi negara,” jelasnya.
Anggota Tim Evaluasi Mutasi/Rotasi Pejabat Eselon II Pemkot Solo Budi Yulistianto menyebut ada belasan pejabat yang sudah dievaluasi, meski enggan membeberkan identitasnya. Dia mengatakan pelantikan pejabat baru tinggal menunggu surat dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Sudah dilakukan bulan lalu, ada 16 pejabat kalau tidak salah. Kami evaluasi dengan wawancara, ada tiga pilihan tempat baru kalau sesuai hasil wawancara,” paparnya.
Saat ini, setidaknya ada tujuh posisi eselon II yang kosong akibat pejabat sebelumnya pensiun, mulai dari asisten bidang perekonomian dan pembangunan (Setda Kota Solo), staf ahli bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, staf ahli bidang keuangan kepala dinas sosial, kepala DP3P2KB (pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk, dan KB), kepala disperum KPP (perumahan, kawasan permukiman, dan pertanahan), dan kepala dinas pemadam kebakaran.
Wali Kota Solo Respati Arda menyebut kekosongan tersebut akan diisi melalui promosi jabatan.
“Kami bakal banyak promosi jabatan, ada tujuh OPD yang kosong. OPD ini kita pansel supaya eselon III ke bawah bisa lompat karier buat terobosan-terobosan,” ungkapnya. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy