RADARSOLO.COM – Seorang pengemudi ojek online (ojol) terpaksa mendapat pertolongan medis setelah betisnya berdarah. Diduga akibat terserempet peluru karet aparat kepolisian saat aksi ricuh di depan Mako Brimob Batalyon C Pelopor Solo, Jumat (29/8) sore.
Insiden itu terjadi sekira pukul 15.30 WIB, tepat sebelum aparat melepaskan tembakan gas air mata kedua untuk membubarkan massa.
“Kejadiannya pas tembakan gas air mata yang kedua. Ada satu orang ojol dibopong temannya, sepertinya kena peluru karet. Masak peluru tajam, paling peluru karet mas. Tetapi lukanya memang agak dalam,” ujar Ari, pedagang kuliner di Shelter Manahan.
Korban sempat diberi pertolongan pertama di belakang shelter nomor 7 oleh rekan-rekan ojol dan seorang personel TNI. Namun, karena kepulan asap gas air mata membuat pernapasan sesak dan mata perih, korban akhirnya dibawa ke ambulans oleh tim medis yang berada di lokasi.
“Tadi sempat ditolong, tapi akhirnya pada tidak kuat karena gas air mata. Akhirnya dirawat petugas ambulannya,” terang Ari.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden driver ojol yang mengalami luka tersebut. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno