RADARSOLO.COM– Polresta Solo terus berupaya membongkar raibnya mobil operasional yang diduga milik Bank Jateng Wonogiri dan berisi uang tunai Rp 10 miliar.
Mobil operasional tersebut dibawa kabur dari tempat parkir Bank Jateng Solo di Jalan Slamet Riyadi, kawasan Gladak, Senin (1/9/2025).
Informasi yang dihimpun radarsolo.com, mobil operasional diduga milik Bank Jateng Wonogiri telah ditemukan, Rabu (3/9/2025) pagi.
Mobil tersebut ditemukan di lahan kosong Perum Puri Gajah Permai, Colomadu, Karanganyar.
Radarsolo.com juga mendapatkan foto yang diduga mobil operasional Bank Jateng Wonogiri yang telah ditemukan.
Yakni mobil Avanza Veloz nomor polisi H 1959 UF.
Merespons informasi tersebut, Kasat Reskrim Polresta Surakarta AKP Prastiyo Triwibowo mengatakan, anggotanya masih melakukan pengejaran.
“Sampai detik ini, baik mobil maupun terduga pelaku masih belum ditemukan. Anggota di lapangan terus melakukan pengejaran dan penelusuran,” tegas Prastiyo, Rabu (3/9/2025).
Kasat Reskrim menjelaskan, uang miliaran rupiah itu berasal dari pengambilan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cabang Solo senilai Rp6 miliar.
Sisanya, senilai Rp4 miliar, diambil dari Bank Jateng Cabang Solo kawasan Gladag.
“Dari Rp4 miliar yang diambil, sudah dimasukkan ke dalam boks sesuai SOP. Namun masih ada kekurangan Rp1 miliar yang rencananya akan menyusul. Pada saat teller menunggu tambahan dana tersebut, sopir bersama mobil tiba-tiba tidak ada di lokasi,” beber Prastiyo.
Rekaman CCTV memperlihatkan mobil meninggalkan area sekitar pukul 12.20.
Saat dicoba dihubungi, sopir yang membawa kendaraan itu tidak merespons.
Hingga kini, mobil dan pelaku sama sekali belum terlacak keberadaannya.
“Ini menjadi fokus pencarian kami. Sampai detik ini, baik mobil maupun terduga pelaku masih belum ditemukan. Anggota di lapangan terus melakukan pengejaran dan penelusuran,” tegas Prastiyo.
Pihak kepolisian juga sudah memeriksa sejumlah saksi, baik dari pihak bank maupun orang-orang yang berada di lokasi kejadian.
Penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk mengurai kronologi detail.
Termasuk soal prosedur pengamanan dana hingga alasan penggunaan mobil penumpang sebagai kendaraan operasional pengangkut uang.
“Kami pastikan akan terus mendalami informasi yang ada. Proses pemanggilan saksi-saksi tambahan juga berjalan sesuai SOP. Mohon dukungan doa agar mobil dan pelaku segera bisa ditemukan,” pungkasnya. (atn/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono