Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Buntut Jebloknya Survei Penilaian Integritas Pemkot Solo, Wali Kota Ancam Potong TPP ASN

Silvester Kurniawan • Sabtu, 20 September 2025 | 01:50 WIB
ASN di Kota Solo dituntut melayani masyarakat dengan baik. (Arief Budiman/Radar Solo)
ASN di Kota Solo dituntut melayani masyarakat dengan baik. (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Turunnya Indeks Integritas Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024 membuat Wali Kota Solo Respati Ardi kembali bereaksi keras. Ia bahkan mengancam memangkas tambahan penghasilan pegawai (TPP) bagi aparatur sipil negara (ASN) yang kinerjanya tidak optimal.

Respati menegaskan evaluasi dan monitoring akan diperketat. Ke depan, penilaian kinerja ASN dan organisasi perangkat daerah (OPD) bakal dilakukan setiap bulan.

"Awal pemerintahan saya masuk sebetulnya sudah ditampilkan (soal ini), dan inspektur sudah melakukan juga. Kita juga upayakan blower system untuk aduan. Saya minta pegawai pemerintah bisa jadi justice collaborator. Ego sektoral OPD itu yang harus dihilangkan," ujarnya.

Sehari sebelumnya, Kamis (18/9), Respati sudah menyinggung ancaman pemangkasan TPP jika kinerja ASN tidak sesuai target. Hal ini kembali ia tegaskan dengan menekankan perlunya koreksi TPP bagi pegawai yang tidak mencapai indikator kinerja.

"SPI itu justru yang di lingkungan internal malah saling tidak percaya. Saya akan buat monitoring dan evaluasi bulanan agar penyerapan anggaran dan kinerja diukur maksimal. Yang tidak tercapai, TPP-nya akan kita koreksi. Soal potongan TPP nanti kita lihat, apakah tim, OPD, atau masing-masingnya," tegasnya.

SPI Pemkot Solo untuk periode 2024 diketahui turun ke kategori kuning (waspada). Kondisi ini turut menjadi sorotan DPRD Kota Solo, khususnya saat Sosialisasi Anti Korupsi yang digelar Inspektorat Kota Solo pada Rabu (17/9).

Ketua DPRD Kota Surakarta, Budi Prasetyo, menilai perlu ada sinergi lebih baik dalam pengawasan terhadap kinerja para ASN di OPD-OPD Pemkot Solo.

"Memang ada penurunan, tetapi kita akan berupaya bersama dalam pemberantasan korupsi. Seluruh stakeholder harus terlibat aktif. Keterbukaan informasi harus lebih baik. Pengawasan kinerja sebetulnya sudah berjenjang dan berjalan. Solo juga sudah menjadi Kota Percontohan Anti Korupsi, maka harus ditingkatkan lagi," ujar dia. (ves/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#opd #asn #Indeks Integritas #pemkot solo #Anti Korupsi