RADARSOLO.COM – Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Solo Ginda Ferachtriawan ikut menanggapi hasil survei integritas Pemkot Solo yang turun menjadi 76 poin.
Menurutnya, hasil tersebut harus dicermati secara bijak karena merupakan hasil penilaian tahun 2024 yang baru keluar pada 2025.
"Itu kan hasil 2024, yang keluar tahun ini. Jadi yang perlu dicermati adalah bahwa penilaian itu terjadi di era kepemimpinan yang lalu, yakni Pak Teguh. Artinya, ini harus jadi pemantik bagi pemimpin yang baru, Mas Respati, untuk memperbaiki catatan-catatan dan merapikan hal-hal yang masih kurang. Tujuannya agar lebih transparan dan terbuka sehingga langkah ke depan bisa lebih efektif," kata Ginda.
Dia menegaskan, data ini bukan untuk mengkritik kepemimpinan yang baru, melainkan menjadi modal evaluasi agar pemerintahan Respati Ardi lebih baik lagi.
“Kita bicara dalam masa pemindahan kepemimpinan. Jadi tidak bisa penilaian kepemimpinan yang lalu dipakai untuk mengkritisi kepemimpinan yang sekarang. Justru ini harus dijadikan bahan untuk memperbaiki ke depan,” tambahnya.
Lebih jauh, Ginda menilai ada sejumlah faktor yang menyebabkan skor integritas Pemkot turun. Salah satunya adalah dinamika politik pada 2024.
“Kita tahu bersama, 2024 adalah tahun politik. Ada kesibukan kampanye, peralihan kepemimpinan, itu pasti berpengaruh," jelasnya.
"Sekarang semua sudah settle, sudah jelas siapa pemimpinnya, programnya juga sudah disusun. Jadi tinggal kerja, tinggal bersinergi, berkoordinasi, dan berkomunikasi,” terangnya.
Selain faktor politik, perubahan zaman juga ikut memengaruhi. Menurutnya, tingkat kepuasan masyarakat kini jauh berbeda dibanding sebelumnya.
"Sekarang masyarakat lebih detail, lebih kritis dalam menilai persoalan. Semua lebih terbuka. Bahkan soal tunjangan pun masyarakat bertanya. Jadi yang penting sekarang adalah keterbukaan. Kalau ada yang dianggap kurang terbuka, publik akan cepat menilai," jelasnya.
Di era kepemimpinan baru Respati Ardi, Ginda menekankan perlunya dorongan serius di sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kalau melihat kepemimpinan Mas Respati, yang perlu di-push menurut saya adalah optimalisasi pendapatan. Ada pergeseran yang harus dicermati, baik dari sektor pajak maupun retribusi. Itu bisa jadi indikator performa pemerintah kota,” paparnya.
Menurutnya, keberhasilan mengelola pendapatan daerah bisa menjadi bukti nyata integritas dan kinerja Pemkot Solo.
"Kuncinya sekarang kerja nyata. Dengan integritas yang diperkuat, ditambah kinerja PAD yang optimal, masyarakat bisa melihat bahwa perubahan memang ada," pungkasnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy