RADARSOLO.COM — Wali Kota Solo Respati Ardi menyoroti banyaknya laporan bantuan sosial (bansos) yang tidak tepat sasaran.
Dia menegaskan, sinkronisasi data kemiskinan dengan kondisi lapangan menjadi kunci agar program pemerintah berjalan efektif.
“Kami sering turun ke masyarakat, banyak aduan bantuan tidak tepat sasaran. Yang tidak berhak menerima malah dapat. Ini jadi konsentrasi bersama,” ujar Respati, Senin (22/9/2025).
Menurutnya, persoalan data tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut penyaluran berbagai program bansos baik dari pemerintah pusat maupun daerah.
Sebab itu, ia meminta jajarannya serius memperkuat data kemiskinan dengan pengecekan lapangan secara berkala.
Respati juga menggandeng tim penggerak PKK dan kader wilayah untuk memastikan pendataan penerima bansos benar-benar objektif.
Dia berharap, sosialisasi data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN) bisa menjadi momentum pembenahan.
“Saya ingin ada kesadaran dari masyarakat, yang mampu ya mampu, yang tidak mampu ya tidak mampu. Jangan ada lagi penerima karena kedekatan. Uang dari masyarakat harus kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Pemkot Solo juga menyiapkan layanan aduan bansos agar masyarakat bisa melaporkan jika ada penerima yang dinilai tidak tepat sasaran.
“Nanti dari dinsos membuka layanan khusus terkait program bantuan,” tambah Respati.
Sebagai informasi, Dinas Sosial Kota Solo baru saja menggelar sosialisasi DTSEN di Balai Kota Solo, Jumat (19/9).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Heri Mulyadi menjelaskan, DTSEN kini menjadi satu-satunya acuan data kemiskinan, menggantikan sistem lama yang masih menggunakan E-SIK dan basis data dari berbagai kementerian.
“Sosialisasi ini menegaskan bahwa data kemiskinan sekarang memakai DTSEN. Dulu ada tiga data dari Kemensos, Kemenko PMK, dan BPS. Sekarang sudah disinkronkan, diverifikasi lapangan, dan dipakai secara tunggal,” jelas Heri.
Dengan pembenahan ini, Pemkot Solo menargetkan penyaluran bansos lebih tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat yang berhak. (ves/bun)
Editor : Niko auglandy