RADARSOLO.COM – Produksi sampah kegiatan Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi diprediksi mencapai belasan hingga 20 ton pada akhir kegiatan, Senin (13/10).
Untuk mempercepat upaya pembersihan area, 15 armada dump truck hingga ratusan personel dari dinas lingkungan hidup (DLH) dan kelurahan sekitar dikerahkan untuk 2-3 hari ke depan.
Sekadar informasi, event tahunan yang juga dikenal dengan istilah Haul Solo ini berlangsung 9-13 Oktober.
Senin siang, sejumlah akses lalu lintas yang sebelumnya ditutup mulai dibuka normal, seiring berakhirnya kegiatan tersebut. Guna mempercepat sterilisasi area pembersihan sampah juga dikebut.
“Mulai jam 11 siang tadi 150 personel dari DLH dan ratusan personel kebersihan dari Kecamatan Pasar Kliwon dan kelurahan-kelurahan (masing-masing 30 personel, Red) sudah kami apelkan. Ini langsung dikerahkan untuk membersihkan kawasan. Untuk tambahannya kami kerahkan juga 15 dump truck untuk mempercepat proses pembersihannya,” terang Plt Kepala DLH Kota Solo Agung Riyadi, Senin (13/10/2025) siang.
Sasaran yang dibersihkan tidak hanya menyasar area Pasar Kliwon-Baturono yang dipakai sebagai area utama kegiatan Haul Solo, sejumlah wilayah sekitar dan pemukiman warga yang ikut jadi penunjang acara ini juga ikut dibersihkan.
Agung mengungkapkan, total sampah per hari itu sampai 10 ton, tetapi di hari terakhir ini meningkat sekitar belasan sampai 20 ton.
Biasanya berupa bungkus makanan, plastik, alas duduk, dan sebagainya.
Termasuk yang di area pemukiman, di gang-gang sekitar, dan sebagainya. Makanya banyak personel yang dikerahkan karena pembersihannya bisa sampai 2-3 hari ke depan,” ucapnya.
Menyikapi sampah sisa kegiatan Haul Solo, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani memastikan, pemerintah kota sudah menerjunkan petugas untuk memaksimalkan kebersihan itu.
“Ini kegiatan positif dalam menggerakkan ekonomi kota, terima kasih untuk seluruh pendatang acara haul. Semoga kedepan kegiatan ini bisa kami integrasikan dengan program-program kota. (Untuk sampah) sudah koordinasi dengan OPD terkait,” hemat Astrid Widayani. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy