Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Wali Kota Respati Ardi Raih Penghargaan Anugerah Pendidikan Radar Solo, Top Pembina Pendidikan Transformatif: Solo Jadi Teladan Inovasi Pendidikan

Silvester Kurniawan • Rabu, 29 Oktober 2025 | 04:51 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi menerima penghragaan Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025, yang digelar di Sunan Hotel, Selasa (28/10).
Wali Kota Solo Respati Ardi menerima penghragaan Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025, yang digelar di Sunan Hotel, Selasa (28/10).

RADARSOLO.COM – Wali Kota Solo Respati Ardi menorehkan prestasi membanggakan di bidang pendidikan.

Dia dinobatkan sebagai Top Pembina Pendidikan Transformatif dalam ajang Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025, yang digelar di Sunan Hotel, Selasa (28/10).

Penghargaan ini diberikan kepada kepala daerah yang dinilai konsisten mendorong transformasi pendidikan lewat berbagai inovasi berkelanjutan. Di antaranya penguatan kerja sama internasional pendidikan vokasi, peningkatan mutu sekolah negeri dan kompetensi guru, digitalisasi pembelajaran, serta pembinaan karakter dan kreativitas peserta didik.

Respati mengaku apresiasi ini menjadi penyemangat baru bagi Pemerintah Kota Surakarta untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan.

“Ini jadi motivasi untuk pemerintah daerah terus mengembangkan inovasi terkait pendidikan. Harapannya semua pemerintah daerah bisa adaptif terhadap kurikulum yang diterapkan terhadap anak-anak kita,” ujar Respati usai menerima penghargaan.

Wali kota muda itu juga menegaskan komitmennya melanjutkan berbagai program transformatif. Salah satunya menggagas iuran khusus untuk pemerataan pendidikan dan peningkatan fasilitas sekolah, serta memperkuat pendidikan karakter dan sekolah khusus olahraga.

“Tantangannya di dunia digital, anak-anak kita banyak sekali mendapatkan informasi negatif. Dengan guru yang adaptif dan paham pendidikan digital, kita bisa menyaring dan mentransformasi informasi itu untuk anak-anak kita,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, menyebut sejumlah kebijakan Respati awalnya sempat menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Namun, setelah dijalankan, justru banyak pihak memberikan respon positif. Salah satu contohnya adalah program pendidikan digital berbasis Roblox yang dijadikan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

“Poinnya adalah bagaimana Pak Wali berpikir menginisiasi dunia digital, tapi tetap dengan etika kesantunan data dan perilaku. Itu yang jadi pedoman anak-anak kita saat berinteraksi di dunia maya,” jelas Dwi.

Dia menambahkan, transformasi pendidikan yang diusung Wali Kota Surakarta juga mencakup penguatan potensi lokal di setiap sekolah negeri. Artinya, sekolah negeri kini tidak hanya berfokus pada layanan reguler, tetapi juga menghadirkan keunggulan berbasis lingkungan dan minat bakat pelajar.

“Basisnya adalah pengembangan potensi keunggulan. Itu nanti bisa menjadi penarik minat bagi masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah negeri,” pungkasnya. (ves/nik)

 

 

 

Editor : Niko auglandy
#radar solo #pendidikan #anugerah #Respati