RADARSOLO.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Solo bersiap mengukuhkan kepengurusan baru periode 2025–2030.
Pelantikan dijadwalkan berlangsung di Hotel Solia Zigna Laweyan, Minggu (2/11). Agenda ini menjadi momentum penting bagi PSI untuk melakukan regenerasi dan konsolidasi internal di tingkat daerah.
Ketua DPD PSI Solo demisioner Tri Mardiyono mengungkapkan, seluruh persiapan kegiatan hampir rampung.
“Persiapan sudah mencapai sekitar 90 persen. Tinggal pemantapan akhir yang akan dilakukan Sabtu besok agar semua teknis pelaksanaan benar-benar siap,” ujarnya, Kamis (30/10).
Tri menjelaskan, proses pelantikan melibatkan koordinasi langsung dengan DPW PSI Jawa Tengah dan DPP PSI.
“Kami sudah berkomunikasi dengan DPW dan DPP. Pelantikan nanti rencananya akan dihadiri oleh perwakilan dari dua tingkatan tersebut, namun masih menunggu konfirmasi siapa yang akan datang mewakili,” terangnya.
Baca Juga: Ahli: Belum Ada Unsur Kerugian Negara yang Nyata dan Pasti dalam Kasus LPEI – Petro Energy
Terkait kabar undangan untuk Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, Tri tidak menampik bahwa pihaknya sudah mengupayakan komunikasi agar Jokowi bisa hadir.
“Kami sudah coba menghubungi pihak terkait untuk mengundang Pak Jokowi. Beliau menjadi tokoh yang sangat berpengaruh dan dekat dengan kader PSI. Namun soal kehadiran, kami belum bisa memastikan karena masih menunggu konfirmasi,” katanya.
Baca Juga: BRI Bukukan Laba Rp41,2 Triliun, Fokus Dorong Ekonomi Kerakyatan dan UMKM
Selain Jokowi, sejumlah tokoh politik lokal dan perwakilan partai lain juga diundang sebagai bentuk silaturahmi politik antardaerah. Tri berharap pelantikan ini dapat memperkuat jaringan politik sekaligus memperkenalkan wajah baru PSI Solo kepada publik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa PSI di Solo tetap solid dan siap bekerja untuk masyarakat. Pelantikan ini menjadi simbol semangat baru menghadapi dinamika politik ke depan, termasuk menyambut agenda politik tahun 2029,” imbuhnya.
Acara pelantikan akan dihadiri sekitar 200 peserta, terdiri dari pengurus PSI tingkat kelurahan, kecamatan, hingga DPD Kota Solo.
“Ini bukan kegiatan besar yang melibatkan massa umum. Kami hanya melibatkan struktur internal partai seperti Ketua, Sekretaris, dan Bendahara di tiap tingkatan. Selain itu, ada tamu undangan dari unsur pemerintah daerah dan ormas,” jelas Tri.
Pergantian kepemimpinan di tubuh PSI Solo, lanjut Tri, bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi internal dan memperluas jangkauan partai di masyarakat.
“Kami ingin PSI semakin dikenal, tidak hanya di kalangan anak muda, tapi juga masyarakat luas. Visi PSI tetap sama, yakni membawa politik yang bersih, terbuka, dan berpihak pada kepentingan rakyat,” tegasnya.
Baca Juga: Pemkot Solo Gencarkan Penanganan Wilayah Kumuh, Dimulai dari Perbaikan Jalan-Drainase
Dengan wajah baru di bawah kepemimpinan Astrid Widayani, PSI Solo diharapkan lebih aktif dalam kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan kota.
“Harapannya, dengan kepemimpinan baru nanti, PSI Solo bisa semakin hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi dan kontribusi nyata,” pungkas Tri. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy