Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Putar Otak Tuntaskan 12 Ribu Pengangguran, Pemkot Solo Suntik Rumah Siap Kerja Rp 5 Miliar

Silvester Kurniawan • Jumat, 31 Oktober 2025 | 02:03 WIB
Rumah konsultasi bagi pencari kerja di  Kantor Disnaker Kota Solo. (M Ihsan/Radar Solo)
Rumah konsultasi bagi pencari kerja di Kantor Disnaker Kota Solo. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menaruh perhatian serius terhadap angka pengangguran terbuka yang masih mencapai sekitar 12 ribu orang. Untuk menekan angka tersebut, pemkot telah menganggarkan Rp 5 miliar pada 2026 untuk optimalisasi Rumah Siap Kerja. Selain itu, terus mengintensifkan kegiatan Job Fair, Career Expo, serta program pelatihan dan pendampingan bagi pencari kerja.

 “Tahun depan (2026) kami anggarkan Rp 5 miliar untuk memperkuat link and match antara pencari dan pemberi kerja. Saat ini banyak keluhan, pemberi kerja sulit mencari tenaga yang sesuai, pencari kerja juga kesulitan mendapatkan pekerjaan. Jadi kita buat sistem yang mempertemukan keduanya secara lebih efektif,” ujar Wali Kota Solo Respati Achmad Ardianto.

Respati menyebut, program ini diharapkan menjadi terobosan dalam menekan pengangguran struktural sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Bengawan.

“Rumah Siap Kerja dan Kartu Layak Kerja akan menjadi jembatan baru bagi warga Solo untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan berkelanjutan,” tandasnya.

Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani menambahkan, tantangan dalam menekan pengangguran tidak hanya berkutat pada terbatasnya lapangan kerja, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia. Hal itu ia sampaikan usai menghadiri Job Fair dan Career Expo di Pendapa Balai Kota Solo, Kamis (30/12).

“Targetnya, bagaimana program Rumah Siap Kerja ini terus dilakukan untuk meningkatkan peluang serapan tenaga kerja. Mas Wali juga menekankan pentingnya penyaluran anak muda bertalenta ke luar negeri agar semakin banyak yang terserap,” kata Astrid.

Menurutnya, masalah utama bukan pada jumlah lowongan, melainkan ketidaksesuaian antara kebutuhan industri dan kompetensi pencari kerja. Karena itu, Pemkot berfokus menyiapkan tenaga kerja yang benar-benar siap bersaing melalui berbagai pelatihan dan pembekalan.

“Lowongan sudah banyak, tapi sering tidak cocok dengan kualifikasi pencari kerja. Maka perlu ada kelas kesiapan kerja, kelas kontrak, dan pelatihan keterampilan agar mereka bisa memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja,” ujarnya.

Langkah konkret Pemkot Solo ditempuh melalui penguatan program Rumah Siap Kerja yang menjadi prioritas dalam rencana kerja 2026. Program ini akan dilengkapi dengan Kartu Layak Kerja, sebagai sistem link and match antara pencari dan pemberi kerja, serta basis data terpadu (bank data) untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja secara akurat. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#rumah siap kerja #pengangguran #link and match #pemkot solo #Job Fair