RADARSOLO.COM – Suasana haru menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Selasa (4/10). Dua tamu agung dari Yogyakarta, yakni Sri Sultan Hamengkubuwana X dan KGPAA Paku Alam X datang melayat SISKS Pakubuwono XIII. Kedatangan mereka menjadi simbol eratnya persaudaraan antara dua keraton besar di Tanah Jawa.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, Paku Alam X tiba lebih dahulu di Keraton Surakarta sekitar pukul 10.38 WIB.
Beliau disambut langsung oleh KGPAA Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendro Mataram Purboyo, putra mahkota PB XIII. Tak lama berselang, sekitar pukul 11.53 WIB, Sri Sultan HB X bersama keluarga turut hadir.
Keduanya diterima oleh keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, lalu memanjatkan doa di depan jenazah almarhum PB XIII sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Dalam kesempatan itu, Sultan Jogja menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya raja Kasunanan Surakarta tersebut.
“Saya menyampaikan duka cita. Semoga semuanya berjalan lancar tidak ada halangan semoga. Keraton Surakarta Kasunanan ini juga aman-aman saja, nyaman-nyaman saja begitu,” ujar Sultan HB X.
Baca Juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh November 2025, Lengkap dengan Niat dan Doa Berbuka
Sri Sultan menekankan pentingnya menjaga kesinambungan estafet kepemimpinan di lingkungan adat dan kerajaan, sebagai bentuk pelestarian tradisi luhur di dua keraton bersaudara itu.
“Semoga regenerasi juga tetap bisa berjalan dengan baik. Karena bagaimanapun kami bagian dari yang harus menjaga tradisi, baik yang di Surakarta maupun yang di Yogyakarta. Jadi harapan saya juga sama bagaimana kita bisa meneruskan dengan langgeng dengan segala menjadi bagian dari Republik Indonesia,” tuturnya.
Sultan Jogja turut mendoakan agar Keraton Surakarta tetap dalam suasana tenteram dan harmonis, terutama dalam masa transisi pasca wafatnya PB XIII.
“Semuanya dalam perkembangan antar generasi yang terjadi sehingga kita juga bersama-sama bisa berjalan baik,” imbuhnya.
Setelah memberi penghormatan dan doa, Sultan Hamengkubuwana X serta Paku Alam X meninggalkan Keraton Solo sekitar pukul 12.19 WIB. Sebagai wujud duka mendalam, Kasultanan Yogyakarta tidak membunyikan gamelan selama lima hari.
“Sembah suwun sanget beliau berkenan takziah ke Sinuwun (PB XIII). Apalagi beliau (Sultan Jogja) tidak membunyikan gamelan selama lima hari. Kami sangat tersentuh dan semoga hubungan Keraton Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta bisa terus berjalan baik,” ungkap GKR Tomoer Rumbai, putri tertua PB XIII Hangabehi. (ves/nik)
Editor : Niko auglandy