Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Penerus Pakubuwono XIII sebagai Raja Keraton Solo Akan Ditentukan 40 Hari Lagi, Belum Tentu Putra Mahkota Gusti Purbaya yang Dipilih

Antonius Christian • Rabu, 5 November 2025 | 20:09 WIB
Putra Mahkota Keraton Solo KGPAA Hamangkunegoro atau akrab disapa Gusti Purboyo ikuti kirab Tingalan Dalem Jumenengan belum lama ini.
Putra Mahkota Keraton Solo KGPAA Hamangkunegoro atau akrab disapa Gusti Purboyo ikuti kirab Tingalan Dalem Jumenengan belum lama ini.

RADARSOLO.COM – Siapa yang bakal meneruskan kepemimpinan raja Keraton Kasunanan Surakarta, menjadi pembahasan hangat.

Sebab, hingga Pakubuwono (PB) XIII Hangabegi dikebumikan di kompleks makam raja-raja di Imogiri, Bantul, Yogyakarta, belum ada kepastian siapa yang ditetapkan sebagai raja Keraton Solo.

Mahamenteri Keraton Solo Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan menjelaskan, suksesi raja belum akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Walaupun sudah ada yang menyebut nama-nama calon penerus, kami belum menetapkan siapa yang akan menjadi Raja Karaton Surakarta berikutnya,” ujar Tedjowulan usai mengikuti prosesi pemakaman PB XIII di rumah dinas WalikotaLoji Gandru, Rabu (5/11/2025).

Dia menegaskan, untuk sementara dirinya sebagai Maha Menteri akan menjalankan tugas ad interim sampai adanya penetapan resmi raja baru.

Hal itu, kata Tedjowulan, sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 430-2933 Tahun 2017 tentang Penetapan Status dan Pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Dalam keputusan tersebut disebutkan bahwa Kasunanan Surakarta dipimpin oleh PB XIII didampingi Maha Menteri Tedjowulan dalam menjalankan pengelolaan karaton bersama pemerintah pusat maupun daerah.

"Dengan wafatnya PB XIII, otomatis terjadi kekosongan. Maka saya, berdasarkan SK tersebut, menjalankan fungsi sementara agar kegiatan karaton tetap berjalan dan tetap berkoordinasi dengan pemerintah,” jelasnya.

Tedjowulan menyebut, dia akan mengumpulkan seluruh Putradalem PB XII dan PB XIII untuk duduk bersama menata kembali arah karaton.

Namun ia menegaskan, pertemuan itu belum untuk menentukan suksesi.

“Belum untuk suksesi, belum untuk sekarang. Saya perlu waktu, mungkin sekitar 40 hari. Kita diam dulu, mendoakan, sambil menyiapkan koordinasi dengan para putra-putri PB XII dan PB XIII serta pemerintah,” ungkapnya.

Baca Juga: Peluang Gusti Purbaya Naik Takhta Keraton Surakarta Menguat, Putri Tertua PB XIII: Itu Amanah Sinuhun

Dia juga menanggapi beredarnya kabar bahwa keluarga inti telah sepakat menunjuk KGPAA Purbaya sebagai penerus tahta.

Menurutnya, semua pihak boleh menyampaikan pandangan, namun dasar utama tetap mengacu pada keputusan pemerintah.

“Boleh saja semua orang bicara apa pun. Tapi yang jelas, dasar yang digunakan adalah keputusan Kemendagri,” ujarnya.

“Saya sekarang yang tertua, dan yang penting bagaimana karaton ke depan ini tidak ribut. Saya tidak suka keributan,” lanjut Tedjowulan.
Dia berharap proses suksesi berjalan tertib dan harmonis.

Tedjowulan menyebut, tahapan pemakaman dan doa tujuh hari PB XIII harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum pembahasan suksesi dilakukan.

“Setelah tujuh hari baru semua selesai, nanti kita kumpulkan semua. Harapan saya maksimal 40 hari sudah ada kesepakatan bersama. Hasilnya nanti akan dilaporkan ke pemerintah bahwa suksesi sudah terbentuk,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan menghormati aturan negara.

“Sekarang undang-undangnya ada, kok ribut terus. Yang mengeluarkan pemerintah. Maka saya menyediakan diri untuk menjalankan perintah Kemendagri itu, berkolaborasi dengan pemerintah baik pusat maupun daerah,” pungkas Tedjowulan. (atn)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#penerus #gusti purbaya #putra mahkota #raja keraton solo #mahamenteri #Tedjowulan #suksesi #keraton kasunanan surakarta