Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pakubuwono XIV Resmi Naik Takhta, Keraton Solo Masuki Babak Baru: Sabda di Watu Gilang Menggema

Antonius Christian • Sabtu, 15 November 2025 | 19:39 WIB
Pakubuwono XIV resmi naik takhta dalam prosesi jumenengan yang digelar Sabtu (15/11/2025) pagi.
Pakubuwono XIV resmi naik takhta dalam prosesi jumenengan yang digelar Sabtu (15/11/2025) pagi.

RADARSOLO.COM - KGPH Purbaya resmi bergelar SISKS Pakubuwono (PB) XIV, menggantikan sang ayah, almarhum PB XIII, dalam prosesi jumenengan yang digelar Sabtu (15/11/2025) pagi.

Upacara tetap berlangsung khidmat meski sebelumnya sempat muncul gejolak di internal keluarga Keraton.

Sejak pagi, para abdi dalem telah bersiap di berbagai sudut keraton hingga area Siti Hinggil. Mereka membersihkan pelataran, menata sesaji, dan memastikan seluruh paugeran upacara berjalan tanpa cela.

Tepat pukul 10.00 WIB, Sampeyan Dalem memasuki Dalem Ageng dalam prosesi tertutup. Alunan gamelan pelog barang mengiringi suasana sakral yang terasa hingga luar kompleks Keraton Surakarta.

Pukul 10.49 WIB, Sampeyan Dalem keluar dari Prabasuyasa menuju Siti Hinggil untuk melaksanakan Upacara Keprabon Dalem, sebuah tradisi agung yang diwariskan sejak era Mataram Islam.

Siluet pemimpin baru pun mulai tampak di hadapan publik yang telah menunggu sejak pagi.

Puncak prosesi terjadi pukul 11.05 WIB. Di atas Watu Gilang—batu keramat tempat raja-raja Mataram meneguhkan legitimasi—Sabda Dalem dibacakan. Ribuan pasang mata hening menyaksikan momen tersebut.

Dengan suara mantap, PB XIV menegaskan sabdanya:

“Ing Watu Gilang iki, Ingsun hanetepaké nggentèni kalenggahané Kanjeng Rama Sinuhun Pakoe Boewono XIII, minangka Sri Susuhunan ing Karaton Surakarta Hadiningrat,” tutur beliau.

Disusul kalimat penetapan agung:
“Sampéyan Dalem Ingkang Sinoehoen Kangdjeng Soesoehoenan Pakubuwono Sénapati ing Ngalaga Ngabdurrachman Sayyidin Panatagama Kang Jumeneng Kaping XIV.”

Baca Juga: Heboh Kabar Kenaikan Gaji Pensiunan 2025 dan Isu Rapelan Cair, Ini Klarifikasi Resmi Taspen, BKN hingga Menkeu

Dalam sabdanya, raja yang memiliki nama kecil KGPH Purbaya itu menyampaikan tiga ikrar penting: menjalankan kebijakan berdasarkan syariat Islam dan paugeran karaton, mendukung NKRI lahir batin, serta menjaga warisan adiluhung raja-raja Mataram.

Tiga ikrar ini dipandang sebagai tonggak awal kebangkitan baru Karaton Surakarta.

Usai sabda diucapkan, dentuman meriam salvo menggelegar. Gamelan kembali mengalun. Para tamu berdiri memberi penghormatan.

Kirab Ageng dimulai pukul 11.50 WIB, menyusuri rute tradisi: Siti Hinggil – Sasana Sumewa – Alun-alun Lor – Gladag – Telkom – Loji Wetan – Baturono – Gemblegan – Kusumanegaran – kembali ke Gladag – Alun-alun – Pagelaran.

Masyarakat tumpah ruah di sepanjang jalur kirab, menyambut raja baru dengan antusias.

Hingga kirab berlangsung, tidak tampak tamu VVIP hadir dalam prosesi jumenengan tersebut.

Juru bicara karaton, GKR Timoer Rumbaikusuma Dewayani, menegaskan bahwa penobatan PB XIV merupakan momentum penting bagi perjalanan keraton ke depan.

“Karaton hari ini memasuki babak baru penuh harapan. Sabda Dalem di Watu Gilang bukan sekadar ikrar kepemimpinan, tetapi restu sejarah yang mengikat kita menjaga budaya Mataram. Ini bukan hanya suksesi, melainkan pemulihan martabat Karaton Surakarta,” ujarnya.

Timoer menambahkan bahwa upacara Jumenengan Dalem membuktikan bahwa di tengah derasnya modernisasi, adat dan paugeran tetap berdiri kukuh. Sabda Dalem dari Watu Gilang kembali meneguhkan Keraton Surakarta sebagai pilar budaya Jawa dan Nusantara.

“Era SISKS Pakubuwono XIV resmi dimulai, era yang diharapkan membawa Karaton Surakarta menuju kejayaan baru—selaras dengan amanat leluhur dan harapan masyarakat,” pungkasnya. (atn/nik) 

Editor : Niko auglandy
#pb xiv #pakubuwono #Keraton #Jumenengan #kasunanan surakarta