Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

GKR Timoer Abaikan Tuntutan LDA, Anggap Purbaya Raja Sah Keraton Surakarta

Silvester Kurniawan • Senin, 17 November 2025 | 01:25 WIB
GKR Timoer Rumbay. (M Ihsan/Radar Solo)
GKR Timoer Rumbay. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Kubu ISKS Paku Buwono XIV (KGPH Purbaya) menegaskan bahwa Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kini sah berada di bawah kepemimpinan raja baru, menanggapi penolakan yang disampaikan oleh Mahamenteri Tedjowulan dan Lembaga Dewan Adat (LDA).

Ketua Panitia Hajad Dalem Jumenengan Nata Binayangkare GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani menyatakan pengukuhan adiknya pada Sabtu (15/11) dimaknai sebagai peristiwa "lingsir keprabon" (pelimpahan takhta), sehingga Purbaya resmi menyandang gelar SISKS Pakubuwono XIV, melanjutkan nomor raja sebelumnya.

GKR Timoer menegaskan bahwa penunjukan Purbaya sudah disiapkan sejak lama oleh mendiang ayah mereka, PB XIII. Hal ini juga diperkuat oleh kuasa hukum PB XIV, Teguh Satya Bhakti, yang memberikan rincian legalitas.

Pada 2012, Purbaya sudah dikenalkan sebagai putra mahkota dengan gelar Adipati Anom saat masih berusia 10 tahun. Pada 27 Februari 2022, Purboyo dinobatkan sebagai Putra Mahkota dan disaksikan langsung oleh PB XIII.

Ikrar Purbaya sebagai penerus takhta yang dibacakan di depan peti jenazah PB XIII pada 5 November dianggap tidak menyalahi adat, melainkan sebagai ikrar meneruskan estafet kepemimpinan.

"Secara legalitas terhitung sejak 5 November lalu itu maka seluruh konsentrasi kekuasaan dan tanggung jawab pengelolaan keraton di bawah tangan beliau, SISKS PB XIV," kata Teguh Satya Bhakti.

Kuasa hukum tersebut menambahkan, penunjukan putra mahkota secara dini ini adalah langkah yang dipersiapkan oleh PB XIII untuk menghindari potensi konflik internal, berkaca pada pengalaman suksesi PB XII yang tidak menunjuk penerus.

Menanggapi kritik LDA yang mempertanyakan keabsahan surat wasiat di hadapan media, GKR Timoer balik menyayangkan sikap tersebut. Ia menegaskan, pihak LDA seharusnya berbicara langsung dengan putra-putri dalem PB XIII.

"Buat saya itu sesuatu yang tabu ketika dia (KGPH Hangabehi/PB XIV versi LDA) mempertanyakan ke media apakah surat wasiat itu ada. Kalau dia bijaksana harusnya berbicara dengan kami," tegas GKR Timoer.

Ia mengungkapkan, upaya merangkul semua pihak, termasuk Hangabehi dan Gusti Moeng (LDA), telah dilakukan sejak pagi hari setelah pemakaman PB XIII. Namun, upaya dialog tersebut tidak mencapai titik temu.

Kini, kepemimpinan PB XIV (Purbaya) memilih fokus untuk memajukan keraton melalui rencana revitalisasi, kebudayaan, tari, perpustakaan, pedalangan, dan lain sebagainya, tanpa menanggapi terlalu jauh riak-riak ketidaksepakatan.

"Kalau kita menengok ke belakang terus tidak akan maju-maju seperti masanya PB XIII dulu," ujarnya. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno