Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Konflik Suksesi Berlanjut: Dua Kubu PB XIV di Keraton Surakarta Bersiap Saling Bentuk 'Bebadan' Pengelola Baru

Silvester Kurniawan • Selasa, 18 November 2025 | 00:42 WIB
KGPH Purbaya mendapat ucapan selamat usai dikukuhkan sebagai PB XIV, Sabtu lalu (15/11/2025). (M Ihsan/Radar Solo)
KGPH Purbaya mendapat ucapan selamat usai dikukuhkan sebagai PB XIV, Sabtu lalu (15/11/2025). (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Konflik suksesi di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat semakin meruncing setelah dua putra mendiang Paku Buwono (PB) XIII, KGPAA Hamangkunegoro (KGPH Purbaya) dan KGPH Hangabehi (Mangkubumi), sama-sama diklaim sebagai raja baru bergelar SISKS PB XIV.

Kedua kubu kini sama-sama mengumumkan rencana untuk segera menyusun bebadan (struktur pengelolaan keraton) baru, menandai berlanjutnya dualisme kepemimpinan.

GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, anak tertua mendiang PB XIII dan pendukung utama Purbaya, menyatakan bahwa raja yang baru saja dikukuhkan pada Sabtu (15/11) akan segera membentuk bebadan baru.

"Sosok raja baru ini kan masih muda. Diharapkan bisa menjadi momentum kebangkitan Keraton Surakarta Hadiningrat yang mengikuti zaman namun tidak meninggalkan adat," kata GKR Timoer, Senin (17/11/2025).

Gusti Timoer menegaskan bahwa bebadan lama tidak akan dipertahankan sepenuhnya. Pembentukan struktur baru ini sepenuhnya diserahkan pada putusan raja untuk memilih pengageng yang dinilai mampu. Rencana revitalisasi Purbaya mencakup bidang kebudayaan, tari, perpustakaan, pedalangan, dan lain sebagainya.

Di sisi lain, Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta yang menobatkan KGPH Hangabehi sebagai PB XIV versi mereka pada Jumat (14/11), juga menyatakan siap menata struktur kepengurusan baru.

"Kami sudah menyatukan keluarga dengan pilihan untuk mendudukkan Gusti Behi (Hangabehi) sebagai PB XIV. Setelah ini kami akan berembug lagi untuk menata semacam kabinet itu untuk menjalankan kegiatan setiap harinya (pembentukan bebadan baru)," tegas Ketua LDA GKR Wandansari Koes Murtiyah (Gusti Moeng).

Penobatan Hangabehi oleh LDA dan Mahamenteri Tedjowulan dilakukan di Sasana Handrawina dan disaksikan sejumlah kerabat serta sentono dalem, menunjukkan Hangabehi memiliki basis dukungan yang berbeda dalam struktur lama keraton. (ves/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#pb xiv #Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat #raja #KGPH Purbaya #suksesi #revitalisasi