Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kejar Target! Layanan Posyandu Plus Solo dengan Tambahan Kesehatan Mental Baru 50 Persen

Silvester Kurniawan • Senin, 24 November 2025 | 00:25 WIB
Pengukuran tinggi badan bayi di salah satu posyandu di Kecamatan Wonogiri Kota baru-baru ini.
Pengukuran tinggi badan bayi di salah satu posyandu di Kecamatan Wonogiri Kota baru-baru ini.

RADARSOLO.COM- Layanan Program Posyandu Plus yang digadang Walikota-Wakil Walikota Solo Respati Ardi-Astrid Widayani baru terwujud 50 persen.

Sebab itu, pemkot memastikan layanan posyandu yang sudah di-upgrade dengan layanan kesehatan mental terus berlangsung di 2026.

Sekadar informasi, sedikitnya tercatat 629 posyandu di Solo.

Dari jumlah itu, 50 persen posyandu sudah terintegrasi dengan layanan tambahan yang dikenal dengan istilah Posyandu Plus.

Baca Juga: Dapat Suntikan Dana Bangub Jateng, Pemkot Solo Kebut Normalisasi Drainase Todipan Target 45 Hari Rampung

“Untuk menjadi Posyandu Plus dibutuhkan layanan tambahan seperti kesehatan mental dengan bantuan mitra lainnya. Ini masih berproses, sudah berjalan 50 persen, jadi akan terus dilakukan di tahun-tahun selanjutnya,” urai Astrid Widayani, Minggu (23/11).

Program Posyandu Plus dipastikan terus berjalan karena sejalan dengan upaya penanganan stunting.

Kedua program tersebut pun beririsan dengan program pengentasan kemiskinan yang diupayakan pemerintah.

Baca Juga: Walikota Solo Diprotes Warga yang Belum Dapat MBG, Pemkot Kebut Target Pelayanan Penuh di Pertengahan 2026

“Program Posyandu Plus ini nyambung dengan program stunting yang tidak hanya menyasar perbaikan gizi pada anak. Namun juga peningkatan kualitas lingkungan dari rumah tinggal dan sebagainya," jelasnya.

Ini juga akan sinergi dengan program lainnya. Seperti penanganan kemiskinan ekstrem dan sebagainya,” imbuh Astrid yang ditunjuk sebagai ketua tim Koordinador Pengentasan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Solo.

Di waktu berbeda, Respati Ardi menegaskan, program yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat terus dikerjakan sekalipun ada penurunan anggaran TKD (Transfer ke Daerah) pada tahun anggaran 2026.

Baca Juga: Pakar Pendidikan UNS Soroti Rencana 6 Hari Sekolah: Waktu Luang Tanpa Arah di Akhir Pekan Bisa 'Medeni'

“Efisiensi di beberapa pos. Tetapi program pelayanan tidak ada yang dikurangi. Semua tetap kita jalankan,” ujar Respati. (ves)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#wakil walikota #posyandu plus solo #walikota #Layanan Kesehatan #kesehatan mental #Respati Ardi #Astrid Widayani