Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Posyandu Plus Tetap Digelar Tahun Depan, Pemkot Solo Akui Tahun Perdana Baru Berjalan 50 Persen

Silvester Kurniawan • Selasa, 25 November 2025 | 02:25 WIB
CEK: Lansia tengah dicek kesehatannya dalam program Posyandu Plus yang digelar di salah satu lokasi di Solo, Mei lalu.
CEK: Lansia tengah dicek kesehatannya dalam program Posyandu Plus yang digelar di salah satu lokasi di Solo, Mei lalu.

RADARSOLO.COM – Layanan Program Posyandu Plus yang dirancang Wali Kota Solo Respati Ardi dan Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani baru berjalan 50 persen jelang berakhirnya tahun ini. Pemerintah kota memastikan layanan posyandu yang sudah di-upgrade dengan layanan kesehatan mental itu akan terus berlangsung di tahun depan.

Sekadar informasi, sedikitnya ada 629 posyandu yang ada di Kota Solo atau tepatnya ada di setiap RW yang ada di Kota Bengawan. Saat ini 50 persennya sudah terintegrasi dengan layanan tambahan yang dikenal dengan istilah Posyandu Plus.

“Jumlah posyandu di Solo ada lebih dari 620 an unit. Memang ada posyandu yang harus kami standarkan menjadi enam SPM (standar pelayanan minimal) itu. Namun untuk menjadi Posyandu Plus itu dibutuhkan layanan tambahan seperti kesehatan mental dengan bantuan mitra lainnya. Ini masih berproses, sudah berjalan 50 persen, jadi akan terus dilakukan di tahun-tahun selanjutnya,” ungkap Astrid Widayani, Minggu (23/11).

Program Posyandu Plus dipastikan akan terus berjalan karena program tersebut sejalan dengan upaya penanganan stunting yang dikerjakan oleh Pemkot Solo. Kedua program tersebut pun beririsan dengan program pengentasan kemiskinan yang diupayakan pemerintah.

Dengan sinergi antar berbagai program itu, persoalan kualitas hidup masyarakat, stunting, hingga kemiskinan bisa dilakukan bersamaan.

“Program Posyandu Plus ini nyambung dengan program stunting yang tidak hanya menyasar perbaikan gizi pada anak namun juga peningkatan kualitas lingkungan dari rumah tinggal dan sebagainya. Ini juga akan sinergi dengan program lainnya seperti penanganan kemiskinan ekstrem dan sebagainya,” ucap perempuan yang juga ditunjuk sebagai Ketua Tim Koordinator Pengentasan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Solo itu.

Di waktu berbeda, Wali Kota Respati Ardi juga memastikan sejumlah program yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat akan terus dikerjakan, sekalipun ada penurunan anggaran TKD (transfer ke daerah) pada tahun anggaran 2026 mendatang.

Sejumlah program yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat dan sejenisnya akan terus dilakukan meskipun pemerintah kota juga melakukan rasionalisasi anggaran pada 2026 mendatang.

“Efisiensi di beberapa pos, tetapi program pelayanan tidak akan yang dikurangi. Semua tetap kami jalankan,” tegas Respati. (ves/nik)

 

 

 

Editor : Niko auglandy
#pemkot solo #Posyandu plus