RADARSOLO.COM – Satlantas Polresta Solo menggagas pembentukan wadah kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat jejaring keselamatan jalan.
Upaya ini melibatkan para pemangku kepentingan dari lima pilar Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK). Ini guna memastikan keselamatan masyarakat di jalan raya.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mematangkan pengembangan sistem keselamatan jalan berbasis peta geospasial terpadu melalui Backoffice Smart Road Safety Policing. Gagasan itu diungkapkan Kasatlantas Polresta Solo Kompol Agung Yudiawan.
Agung menegaskan inisiasi ini menjadi keunggulan utama platform Smart Road Safety Policing yang telah terintegrasi dengan ekosistem Smart City Surakarta.
“Seluruh data strategis dari lima pilar RUNK. Safer People, Safer Road, Safer Vehicle, Road Safety Management, dan Post-Crash Response. Dihimpun, dianalisis, dan divisualisasikan pada satu peta digital terintegrasi,” jelasnya.
Menurutnya, penerapan prinsip satu data dan satu peta memungkinkan setiap instansi melihat kondisi kota berbasis risiko secara menyeluruh. Dengan demikian, pengambilan keputusan dapat dilakukan cepat, tepat, dan berbasis fakta lapangan.
Sistem tersebut menggabungkan berbagai informasi mulai dari CCTV real time, laporan masyarakat, kondisi infrastruktur jalan, kelayakan kendaraan, hingga kapasitas fasilitas kesehatan dan pola respons kedaruratan.
“Platform peta geospasial ini bukan sekadar alat monitoring, tetapi menjadi wadah kolaborasi RUNK Kota Solo untuk memprediksi potensi gangguan lalu lintas, memetakan permasalahan keselamatan secara akurat, dan menetapkan prioritas penanganan secara presisi,” tegasnya.
Dengan mengoptimalkan kolaborasi lima pilar, Smart Road Safety Policing diharapkan mampu menjadi fondasi kota yang semakin aman, tertib, responsif, dan bebas dari kecelakaan lalu lintas.
Tidak hanya untuk Solo, model manajemen berbasis teknologi ini ditargetkan menjadi pilot project nasional yang dapat direplikasi di berbagai daerah.
Sementara itu, Perwakilan Jasa Raharja, Andri Joko Rusito mengatakan platform tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat, terlebih telah dilengkapi fitur pemberitahuan publik.
“Masyarakat bisa mengetahui titik kemacetan, informasi event, hingga lokasi perbaikan jalan. Fitur ini dapat dimanfaatkan agar masyarakat nyaman dalam menentukan perjalanan,” ujarnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy