Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Soal Perayaan Malam Tahun Baru, Ini Himbauan Elemen Masyarakat, GP Ansor, dan Polresta Solo

Antonius Christian • Selasa, 2 Desember 2025 | 20:37 WIB
MERIAH: Massa bunyikan otok-otok menandai pergantian tahun di kompleks balai kota.
MERIAH: Massa bunyikan otok-otok menandai pergantian tahun di kompleks balai kota.

RADARSOLO.COM  — Menjelang pergantian tahun, berbagai elemen masyarakat di Kota Bengawan kompak menyerukan agar perayaan malam tahun baru tidak dijadikan ajang hura-hura.

Organisasi masyarakat Islam serta kepolisian mengimbau warga merayakan tahun baru dengan bijak, tanpa mabuk-mabukan, pesta petasan berlebihan, maupun konvoi motor berknalpot brong yang mengganggu kenyamanan publik.

Ketua II DPP Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Salman Alfarisi, menegaskan bahwa pergantian tahun seharusnya menjadi momen introspeksi, bukan ajang euforia berlebihan.

Dia menilai, kebiasaan pesta miras hingga konvoi motor yang kerap terulang setiap tahun telah meresahkan masyarakat.

“Hendaknya menjadi introspeksi, bukan hura-hura,” ujar Salman Alfarisi, yang juga menjabat Kabid Askari LPD Majelis Mujahidin.

LUIS menyatakan siap membantu menjaga ketertiban masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), sekaligus meminta aparat keamanan memperkuat koordinasi guna mencegah potensi gesekan maupun gangguan keamanan.

Senada, Ketua PC GP Ansor Kota Surakarta Arif Sarifuddin mengajak masyarakat tetap merayakan pergantian tahun, namun tanpa mengganggu aktivitas warga lainnya.

Menurutnya, momen akhir tahun bertepatan dengan kegiatan ibadah Natal sehingga perlu menjaga kenyamanan seluruh masyarakat.

“Silakan merayakan. Namun hendaknya tidak mengganggu aktivitas masyarakat Kota Solo lainnya,” ujarnya.

GP Ansor memastikan siap berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama masa transisi akhir tahun.

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Surakarta Kompol Engkos Sarkozi menegaskan bahwa pengamanan Nataru membutuhkan partisipasi masyarakat.

Laporan warga mengenai aktivitas mencurigakan, konvoi knalpot brong, hingga pesta miras dinilai sangat efektif mempercepat penindakan di lapangan.

“Kami sangat mengharapkan informasi dari masyarakat. Selama ini kami sangat terbantu dengan laporan tersebut,” tegasnya.

Selain menunggu laporan, patroli skala besar juga akan digencarkan di titik-titik rawan gangguan kamtibmas.

Dari sisi transportasi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo Taufiq Muhammad menyampaikan bahwa seluruh jajaran Dishub akan bersiaga penuh selama libur Nataru.

Tim perlengkapan jalan disiagakan 24 jam untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas yang diproyeksikan meningkat hingga 15 persen.

Sejumlah titik rawan kepadatan diprediksi mengalami lonjakan wisatawan, antara lain Kawasan Masjid Sheikh Zayed, Solo Safari, Kawasan Keraton, sentra kuliner, dan destinasi wisata lain.

Pengelola parkir juga dipanggil khusus untuk memastikan tata kelola parkir selama liburan tetap tertib.

“Solo ini sebagai tuan rumah, kita kedatangan tamu. Layani mereka, tapi sesuai aturan,” ujar Taufiq.

Pelaksanaan Car Free Day (CFD) dipastikan tetap berlangsung karena Hari Natal jatuh pada hari Rabu.

Sementara malam pergantian tahun akan dipusatkan di Taman Balekambang, serta digelar Car Free Night (CFN) mulai dari kawasan Gladag hingga depan Balai Kota Solo.

Detail rangkaian acara saat ini masih dalam pembahasan bersama dinas pariwisata. (atn/nik)



Editor : Niko auglandy
#luis #tahun baru #Ansor