RADARSOLO.COM —Menyambut gelombang wisatawan lokal maupun mancanegara pada musim libur Natal dan tahun baru (Nataru), seluruh pelaku usaha kuliner dan jasa di Kota Bengawan diminta k tertib dalam pemasangan label harga di lokasi usaha masing-masing. Instruksi wali kota ini dikeluarkan untuk menjamin kenyamanan dan mencegah kekecewaan turis.
Wali Kota Respastu mengatakan, Kota Solo dikenal sebagai destinasi favorit wisata budaya dan kuliner, khususnya menjelang akhir tahun yang dimeriahkan dengan berbagai event. Untuk memastikan citra Solo tetap positif, maka transparansi harga adalah kunci utama.
“Selama ini Solo dikenal sebagai tujuan untuk wisata budaya dan kuliner. Kami imbau pelaku usaha kuliner untuk menerangkan harga di awal, jangan sampai membuat kecewa wisatawan yang datang ke Solo,” ucap Wali Kota Respati Achmad Ardianto, Minggu kemarin (7/12).
Hal yang sama berlaku ketat bagi para pelaku usaha jasa. Mereka diminta untuk memberikan keterangan yang valid soal harga yang ditawarkan di awal. Dengan demikian, para wisatawan akan merasa nyaman karena mengetahui besaran nominal yang harus dibayar setelah menggunakan jasa terkait.
“Kita minta semua pelaku usaha untuk menerangkan harga di awal,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Respati juga meminta masyarakat agar sedikit bersabar. Ia menyadari betul bahwa akhir tahun biasa diwarnai dengan peningkatan kepadatan dan kemacetan di sejumlah jalan utama. Tempat wisata, pusat kuliner, dan pusat perbelanjaan diprediksi akan mengalami lonjakan aktivitas.
“Mungkin banyak warga Solo yang marah-marah ketika akhir tahun. Solo macet, terlalu ramai jalannya. Tetapi yang membuat macet itu adalah yang membangun Solo,” imbuhnya, menggarisbawahi bahwa keramaian turis adalah penanda kemajuan ekonomi kota.
Untuk mengantisipasi membludaknya kendaraan dan kepadatan di pusat kuliner, pusat perbelanjaan, dan kawasan wisata, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo tidak tinggal diam.
Kepala Dishub Kota Solo Taufiq Muhammad memastikan timnya akan menerjunkan sejumlah petugas dan menyiapkan rekayasa untuk memperlancar arus lalu lintas di lokasi rawan padat.
“Berkaca tahun sebelumnya, titik kepadatan biasanya terjadi di lokasi kuliner dan wisata. Titik kepadatan akan jadi poin utama, termasuk pengelolaan parkir,” imbuh Taufiq Muhammad.
Dia menjanjikan upaya maksimal agar Solo tetap nyaman dinikmati, baik oleh wisatawan maupun warga lokal yang sabar. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno