Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kelurahan Panularan Raih Predikat Proklim Utama Tingkat Nasional

Alfida Nurcholisah • Kamis, 11 Desember 2025 | 06:08 WIB
Penyerahan penghargaan Proklim Utama Nasional kepada RW 1 Kel. Panularan diwakili Ayu diapit- Menteri LH Dr. Hanif Faisol (kanan), Deputi PPI dan TKNEK KLH Ir. Ary Sudijanto.
Penyerahan penghargaan Proklim Utama Nasional kepada RW 1 Kel. Panularan diwakili Ayu diapit- Menteri LH Dr. Hanif Faisol (kanan), Deputi PPI dan TKNEK KLH Ir. Ary Sudijanto.

RADARSOLO.COM-Kelurahan Panularan mencatatkan prestasi sebagai Program Kampung Iklim (Proklim) Utama tingkat nasional.

Pencapaian ini menempatkan Penularan sejajar dengan 49 kampung iklim lain di berbagai daerah di Indonesia yang dinilai berhasil menjalankan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim secara berkelanjutan.

Penghargaan tersebut diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan masyarakat dan pemerintah kelurahan dalam mendorong berbagai inisiatif ramah lingkungan.

Lurah Panularan Warsidi mengungkapkan, program peduli lingkungan masif digalakkan, mulai dari pengelolaan sampah, penampungan air hujan, kebersihan lingkungan, penghijauan, hingga edukasi lingkungan bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Warsidi menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian tersebut.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

“Predikat Proklim Utama ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bukti bahwa masyarakat Panularan mampu bergerak bersama menjaga lingkungan," jelasnya. 

"Warga konsisten memilah sampah, memelihara ruang terbuka hijau, dan mengikuti program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Tanpa partisipasi mereka, kelurahan tidak akan mencapai tahap ini. Kami sendiri hanya bisa mendorong dan membantu apa yang warga butuhkan,” imbuh Warsidi.

Ia menerangkan bahwa pemerintah kelurahan berkomitmen meningkatkan kualitas program, termasuk memperluas area hijau dan memperkuat edukasi lingkungan bagi generasi muda.

"Kami juga sebagai perpanjangan tangan warga untuk menyampaikan bantuan yang diperlukan ke pemerintah kota. Dengan ini kita saling bersinergi untuk keberlanjutan program kampung iklim," ungkap Warsidi.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Kelurahan Panularan Elok Ayu Fa'izati, yang sejak awal mendampingi masyarakat dalam implementasi Proklim, menekankan pentingnya pendampingan rutin dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami terus melakukan pendampingan sejak tahap perencanaan, pembentukan kelompok kerja, hingga evaluasi. Upaya berkelanjutan ini membuat masyarakat semakin paham manfaat aksi iklim bagi kehidupan sehari-hari,” terang Ayu.

Baca Juga: Pandabori Panularan Solo, Lahan Sempit Disulap Jadi Ladang Inovasi Warga

Ia mendampingi warga sejak awal pelaksanaan Proklim. Ayu mengungkapkan bahwa proses yang ditempuh bukanlah perkara sederhana.

Menyamakan persepsi serta mengedukasi warga soal pentingnya lingkungan sehat menjadi tantangan tersendiri.

“Mendampingi warga sejak awal itu tidak mudah. Kami perlu membangun kesadaran bersama bahwa lingkungan sehat berdampak langsung pada kualitas hidup. Edukasi harus dilakukan berulang-ulang agar masyarakat benar-benar paham,” jelasnya.

Sejak 2024, Ayu terus mendampingi warga untuk menerapkan 5 aspek Proklim, mulai dari pengelolaan sampah, konservasi air, penghijauan, kelembagaan masyarakat, hingga pemanfaatan energi terbarukan.

Pendampingan ini membuat warga semakin aktif berperan dalam setiap program yang dijalankan.

Ayu menambahkan bahwa Kelurahan Penularan kini tengah menyiapkan pengembangan kawasan sebagai kampung agrowisata GreenLoop Pandabori.

Lurah Panularan Warsidi tunjukkan trofi juara 1 Proklim Tingkat Kota.
Lurah Panularan Warsidi tunjukkan trofi juara 1 Proklim Tingkat Kota.

Program ini dirancang sebagai langkah lanjutan agar Proklim tidak hanya berhenti pada penghargaan, tetapi berkelanjutan dan memberi manfaat ekonomi bagi warga.

“Ke depan kami ingin program ini terus berkembang. Kampung agrowisata GreenLoop Pandabori menjadi salah satu inovasi agar warga bisa belajar sekaligus memperoleh nilai tambah untuk keberlangsungan kebun. Saat ini sudah banyak rombongan yang berkunjung untuk belajar,” ungkapnya.

Para rombongan itu berasal dari berbagai kalangan, mulai dari perwakilan perusahaan nikel, mahasiswa, siswa sekolah, komunitas, hingga pemerintah kelurahan lain dari luar daerah yang ingin mereplikasi keberhasilan Panularan.

Sebagai bentuk kesinambungan, pemerintah Kelurahan Panularan juga terus membina Proklim di RW 3, yang beberapa waktu lalu meraih juara II di tingkat kecamatan.

Pendampingan dilakukan agar seluruh wilayah kelurahan dapat mengembangkan aksi iklim secara merata.

Ayu berharap, keberhasilan Panularan menjadi motivasi bagi warga untuk terus menjaga komitmen lingkungan dan mendorong kelurahan meningkat hingga tingkat Proklim Lestari di tahun-tahun mendatang. (alf)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#prestasi #kelurahan panularan #lingkungan #Proklim Utama Tingkat Nasional #kota solo #Kampung Iklim