RADARSOLO.COM–Pemkot Solomemulai Operasi Lilin Candi 2025, Sabtu (20/12/2025).
Sebanyak 850 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait disiagakan untuk mengawal kondusivitas Kota Solo hingga 1 Januari 2026.
Berbeda dari tahun sebelumnya, fokus pengamanan tahun ini diperluas.
Tak hanya menyasar aspek Kamtibmas dan kelancaran lalu lintas, Pemkot Solo juga memberikan perhatian khusus pada stabilitas harga dan keamanan konsumsi pangan bagi masyarakat dan wisatawan.
Intervensi Harga dan Keamanan Pangan
Wakil Walikota Solo Astrid Widayani menegaskan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia, BPS, dan Bulog telah bergerak melakukan pengawasan stok di lapangan.
Meski terjadi kenaikan harga pada komoditas cabai merah dan cabai keriting, Pemkot memastikan langkah intervensi telah berjalan.
“Stok pangan insya Allah aman. Selain harga, kami juga melakukan pengecekan tanggal kedaluwarsa dan kelayakan distribusi pangan. Termasuk menyasar kafe-kafe serta destinasi wisata yang diperkirakan akan dipadati pengunjung,” ujar Astrid.
Pemetaan Pos Utama dan Pengamanan Gereja
Di sisi keamanan wilayah, Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo menjelaskan pihaknya telah mendirikan empat pos utama guna memudahkan pelayanan masyarakat, yakni:
- Pos Terpadu: Benteng Vastenburg.
- Pos Pelayanan: Terminal Tirtonadi.
- Pos Pengamanan: Kawasan Faroka dan Kawasan Jurug.
Prioritas utama tetap pada pengamanan ibadah Natal di seluruh gereja di Kota Solo. Penjagaan ketat dilakukan guna menjamin kenyamanan umat Kristiani selama menjalankan ibadah.
Malam Tahun Baru di 11 Titik Keramaian
Menjelang malam pergantian tahun, Pemkot Solo telah menyiapkan 11 titik keramaian, mulai dari koridor jalan protokol, kawasan Balai Kota, hingga Taman Balekambang.
Terkait distribusi pangan, Satgas Pangan Polresta Solo memastikan hingga saat ini belum ditemukan adanya praktik penimbunan.
“Sampai saat ini belum ada temuan penimbunan, semua masih sesuai prosedur. Kami pastikan stabilitas harga dan kualitas pangan tetap terjaga selama Nataru,” pungkas Kapolresta Catur Cahyono Wibowo. (atn)
Editor : Tri wahyu Cahyono