RADARSOLO.COM – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta untuk menggelar pesta kembang api dalam perhelatan Solo Car Free Night (CFN) menyambut tahun baru 2026 mendapat sorotan tajam.
Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD Kota Surakarta meminta agar euforia perayaan tersebut ditiadakan sebagai bentuk empati terhadap bencana alam yang melanda wilayah Sumatera dan daerah lainnya.
Sebelumnya, Pemkot Solo melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata berencana menyiapkan 10 titik panggung hiburan di sepanjang Jl. Slamet Riyadi hingga Balai Kota Solo dengan puncak acara pesta kembang api pada Rabu (31/12/2025) malam.
Seruan Empati: "Bangsa Kita Tengah Berduka"
Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Surakarta, YF Sukasno, mengimbau Wali Kota dan masyarakat untuk tidak membunyikan petasan maupun kembang api.
Ia menekankan bahwa kondisi saudara-saudara di wilayah bencana saat ini masih memprihatinkan.
"Kami berharap tidak ada pesta kembang api atau hiburan berlebihan. Kita harus melihat masih ada saudara kita di Sumatera yang butuh perhatian. Di sana masih gelap tanpa penerangan, kekurangan makan, dan infrastruktur hancur," tegas Sukasno, Minggu (21/12/2025).
Sukasno menyarankan agar CFN tetap berjalan sebagai penggerak ekonomi UMKM, namun dengan suasana yang lebih reflektif.
"Cukup dengan menikmati kuliner UMKM sambil mengobrol dan introspeksi perjalanan tahun lalu. Tidak perlu euforia berlebihan," imbuhnya.
Efisiensi Anggaran dan Usulan Donasi Spontan
Selain faktor kemanusiaan, Sukasno juga menyinggung instruksi Pemerintah Pusat mengenai efisiensi anggaran.
Ia mengingatkan bahwa kondisi keuangan daerah sedang mengalami penyesuaian signifikan, termasuk pemotongan Transfer Ke Daerah (TKD) sebesar Rp218 Miliar.
Sebagai alternatif dari pesta kembang api, Fraksi PDIP mengusulkan rangkaian kegiatan yang lebih bermakna dalam momen CFN:
Yang pertama adalah doa bersama, melibatkan seluruh elemen agama untuk mendoakan korban bencana.
Selanjutnya adalah aksi donasi spontan. Disini Wali Kota bisa secara spontan mengajak masyarakat yang memadati jalanan untuk bergotong-royong memberikan bantuan sukarela bagi daerah bencana.
"Bisa juga Mas Walikota, secara spontan mengajak masyarakat yang tumpah ruah di jalan menanti malam pergantian tahun, untuk gotong royong untuk memberikan donasi spontan secara iklas. Dana ini ini selanjutnya bisa kita salurkan ke daerah bencana," kata Sukasno.
Kemudian ruwat Bangsa dengan memperbanyak doa agar Indonesia dijauhkan dari segala marabahaya (Tinebihno saking Sengkolo).
"Mari kita tunjukan empati kita. Bangsa kita harus kita ruwat dengan memperbanyak Doa bersama, Tinebihno saking Sengkolo, Linuwarno Saking Rubedo," imbuhnya.
Rencana Awal Hiburan Solo CFN 2026
Berdasarkan keterangan Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Pariwisata, Gembong Hadi Wibowo, rencana awal hiburan di 10 titik tersebut mencakup:
- Musik Persekusi (YPAC)
- Musik Keroncong
- Modern Dance & Fashion Show
- Reog dan Gajah Krumpyung
- Solo is Solo
- Rock in Halte (Dynamite Band)
- Barongsai & Classic Rock
Puncak Acara di Balai Kota: Wayang Orang Punakawan Kridha dan Pesta Kembang Api.
Kini, publik menanti kebijakan Wali Kota Surakarta pasca adanya kritik dan masukan dari legislatif ini.
Apakah Solo akan tetap berpesta kembang api, atau beralih menjadi malam refleksi penuh solidaritas? (dam)
Editor : Damianus Bram