RADARSOLO.COM – Pemkot Solo bergerak cepat mengamankan dukungan pusat untuk memperkuat ekosistem industri kreatif di Kota Bengawan. Pada Sabtu (3/1) malam, Wali Kota Solo Respati Ardi menjamu Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya, dalam sebuah dialog strategis yang berlanjut dengan peninjauan langsung geliat ekonomi malam di Koridor Gatot Subroto (Gatsu).
Pertemuan yang dipusatkan di Mas Don Art Movement ini menjadi wadah bagi pelaku industri kreatif Solo untuk menyampaikan tantangan dan gagasan langsung kepada pucuk pimpinan kementerian. Respati menegaskan bahwa masa depan ekonomi Solo akan bertumpu pada sinergi antara tradisi dan inovasi modern.
"Kekuatan utama Solo adalah kebudayaan. Oleh karena itu, pengembangan ekonomi kreatif di sini akan kami arahkan melalui pendekatan berbasis seni dan tradisi sebagai fondasi utama. Kami ingin ekosistem ini berkelanjutan tanpa menghilangkan identitas asli kota," ujar Respati Ardi.
Sebagai langkah konkret, Respati mengumumkan rencana peluncuran program Sedaya (Seni–Budaya). Program ini dirancang sebagai instrumen kebijakan untuk memastikan setiap kegiatan kreatif yang digelar di Solo mampu memberikan dampak ekonomi yang terukur dan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Dukungan pusat pun mengalir kuat. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengungkapkan, kekagumannya terhadap pertumbuhan industri kreatif di Jawa Tengah yang mencatatkan kenaikan pelaku industri antara 1 hingga 1,5 juta orang dalam lima tahun terakhir.
"Kementerian Ekonomi Kreatif siap mendukung penuh Solo melalui penguatan ekosistem, peningkatan kapasitas SDM, kemudahan akses pembiayaan, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi produk kreatif lokal," tegas Teuku Riefky.
Kehadiran Menteri Ekraf di Koridor Gatsu Sabtu malam kemarin menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha mikro dan seniman jalanan. Respati sengaja mengajak Menteri untuk berinteraksi langsung dengan para pelaku kreatif yang tengah beraktivitas di ruang publik tersebut.
Langkah ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa Solo telah memiliki infrastruktur kreatif yang hidup dan mandiri. Kolaborasi antara Pemkot dan Kementerian Ekraf di tahun 2026 ini diharapkan mampu menjadikan Solo sebagai role model nasional dalam transformasi kota berbasis kebudayaan yang bernilai ekonomi tinggi. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno