RADARSOLO.COM – Saluran drainase di sepanjang sisi selatan Jalan Slamet Riyadi, Kleco, kini bersiap bersalin rupa. Area yang dulunya identik dengan kesan kumuh, tumpukan sampah, dan semak belukar yang tak terawat, bakal disulap menjadi destinasi rekreasi warga berupa kolam ikan dan spot pemancingan.
Transformasi hijau ini membentang mulai dari depan rumah makan Padang hingga jembatan Kleco. Langkah ini diambil bukan sekadar untuk mempercantik kota, tetapi sebagai strategi jangka panjang agar area tersebut tetap terawat sekaligus memutar roda ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani yang turun langsung dalam aksi kerja bakti di Kelurahan Pajang, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif warga. Menurutnya, pembersihan total dari sedimentasi dan tanaman liar hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya adalah menjaga agar kawasan tersebut tidak kembali terbengkalai.
“Penataan sungai di wilayah perkotaan itu krusial. Sepanjang hampir satu kilometer ini harus tetap bersih. Kita perlu cara kreatif agar masyarakat punya rasa memiliki, sehingga kawasan ini tidak balik kumuh lagi,” ujar Astrid, Minggu (25/1/2026).
Rekreasi di Tepi Jalan Protokol Terkait usulan pemanfaatan lahan, Astrid menyerahkan sepenuhnya kreativitas tersebut kepada warga setempat. Ia membayangkan tembok-tembok di sepanjang drainase bisa ditata lebih estetis, bahkan menjadi lokasi event warga.
“Ada usulan untuk dijadikan tempat pancingan atau rekreasi warga lainnya. Itu sangat dimungkinkan. Namun, catatan utamanya adalah kebersihan lingkungan. Jangan ada lagi warga yang buang sampah ke sungai. Fungsinya sebagai pencegah banjir tetap yang utama,” tambahnya.
Toga dan Lomba Mancing Berkala Gayung bersambut, Ketua Relawan Joko Tingkir Kelurahan Pajang, Doni Restu, sudah menyusun cetak biru pemanfaatan kawasan tersebut. Rencananya, bantaran sungai yang telah bersih akan ditanami Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan tanaman hias. Sementara aliran airnya akan ditebar benih ikan.
“Harapan kami, bantaran ini tetap hijau. Nantinya bisa diadakan lomba mancing berkala sebagai daya tarik warga. Namun, kami butuh pengerukan sedimentasi sekitar 30-50 cm lagi agar kedalamannya ideal untuk kolam pancing,” ungkap Doni.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan relawan, drainase Kleco kini bukan lagi sekadar saluran pembuangan, melainkan ruang publik baru yang menawarkan kesegaran di tengah hiruk-pikuk jalur utama Kota Solo. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno