Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kejar Target 93.750 Ton, Bulog Surakarta Mulai Borong Gabah Petani Soloraya Jelang Panen Raya, Dihargai Berapa per Kg?

Antonius Christian • Senin, 26 Januari 2026 | 11:00 WIB
Petani angkut gabah ke truk. Tahun ini, Bulog ditarget serap sebesar 93.750 ton.
Petani angkut gabah ke truk. Tahun ini, Bulog ditarget serap sebesar 93.750 ton.

RADARSOLO.COM-Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta bergerak cepat melakukan penyerapan gabah dan beras pada awal 2026.

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas penugasan pemerintah guna menjaga stabilitas pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.

Pada 2026, Bulog Surakarta mendapat target penyerapan sebesar 93.750 ton setara beras untuk wilayah Solo Raya.

Cakupan wilayah tersebut meliputi Kota Solo, Kabupaten Klaten, Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, dan Kabupaten Sragen.

Pemimpin Kantor Cabang Bulog Surakarta Nanang Harianto mengatakan, penyerapan sudah mulai dilakukan sejak pertengahan Januari 2026.

Hal ini seiring kegiatan panen di beberapa wilayah Solo Raya.

“Panen musim pertama diperkirakan berlangsung masif mulai awal Februari hingga Maret. Per tanggal 24 Januari 2026, realisasi serapan sudah mencapai 1.622 ton setara beras,” jelas Nanang.

Untuk harga pembelian, Bulog masih mengacu pada ketentuan pemerintah tahun 2025.

Gabah Kering Panen (GKP) yang telah memasuki usia panen, bersih dari kotoran, dan siap angkut dibeli dengan harga Rp6.500 per kilogram.

Sementara beras di gudang Bulog dihargai Rp12.000 per kilogram.

Penyerapan gabah dan beras dilakukan melalui beberapa skema.

Di antaranya pembelian langsung dari petani melalui kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan), Mitra Pangan Pengadaan, serta Tim Jemput Pangan Bulog.

Baca Juga: Aksi Ekshibisionis di Depan Minimarket, Pria ODGJ asal Sragen Ini Diamankan Polisi

Dalam pelaksanaannya, Bulog juga menggandeng penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan Babinsa untuk turun langsung ke sawah.

Nanang menambahkan, kerja sama dengan Bulog memberikan sejumlah keuntungan bagi petani.

Mulai dari kepastian pembayaran, pelayanan penerimaan gabah dan beras di gudang setiap hari, hingga fasilitas pengeringan gabah menggunakan mesin dryer milik Bulog atau sarana sewaan.

“Jika kapasitas gudang Bulog sudah penuh, kami juga menyiapkan opsi sewa gudang milik swasta,” ujarnya.

Ia menegaskan petani di wilayah Surakarta dan sekitarnya tidak perlu khawatir terhadap penyerapan hasil panen. Kehadiran Bulog di lapangan merupakan bagian dari tugas negara dalam mendukung program Asta Cita Presiden untuk mewujudkan swasembada pangan.

“Bulog akan terus hadir untuk menyerap gabah dan beras petani,” pungkas Nanang. (atn)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Penyuluh pertanian lapangan #serapan #panen raya #Serapan Gabah #pembelian #gudang bulog #solo raya #ppl #gabah #Bulog Surakarta #gabah kering giling