Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dihadiri Wapres Gibran, Tingalan Jumenengan Dalem MN X Jadi Simbol Kebangkitan Wisata Budaya Solo

Silvester Kurniawan • Selasa, 27 Januari 2026 | 15:08 WIB

Gusti Bhre mengikuti jumenengan dalem ke-4 di Pura Mangkunegaran, Selasa (27/1). (M Ihsan/Radar Solo)
Gusti Bhre mengikuti jumenengan dalem ke-4 di Pura Mangkunegaran, Selasa (27/1). (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Alunan gamelan yang magis dan langkah tegap para prajurit menyambut perhelatan agung Tingalan Jumenengan Dalem (Peringatan Kenaikan Takhta) ke-4 Sampeyan Dalem Ingkang Jumeneng (SIJ) KGPAA Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran, Selasa (27/1/2026). Upacara sakral ini menjadi manifestasi rasa syukur atas empat tahun kepemimpinan penguasa muda yang akrab disapa Gusti Bhre tersebut.

Rangkaian acara diawali dengan Royal Defile atau parade prajurit yang gagah berani, kemudian disusul dengan pementasan tarian paling sakral milik Mangkunegaran, Bedhaya Anglir Mendhung. Tarian yang dibawakan dengan gerak gemulai nan penuh filosofi ini sukses membawa suasana khidmat bagi seluruh hadirin yang memadati Pura.

Baca Juga: Luka Bakar 20 Persen dan Hirup Asap Kimia, Peracik Petasan di Simo Boyolali Dirujuk ke RS PKU Solo

Kehadiran Tokoh Nasional dan Harapan Pembangunan Perhelatan ini menjadi magnet bagi tokoh-tokoh penting. Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, tampak hadir bersama sang istri, Selvi Ananda. Kehadiran Wapres mempertegas posisi strategis Mangkunegaran dalam konstelasi budaya nasional.

Turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno, yang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen. Dalam kesempatan tersebut, Sumarno menyampaikan doa terbaik agar kepemimpinan Gusti Bhre terus membawa kemajuan signifikan, khususnya di sektor pariwisata.

Baca Juga: Guncangan Gempa di Pacitan dan Yogyakarta Terasa hingga Wonogiri

"Semoga Gusti Bhre sehat selalu agar terus membawa kemajuan bagi Mangkunegaran. Kami berharap Mangkunegaran semakin berkontribusi besar terhadap pariwisata Kota Surakarta, sembari tetap teguh menjaga nilai-nilai budaya luhur yang selama ini menjadi identitas kita," ujar Sumarno.

Visi Inklusif: Mangkunegaran untuk Rakyat Dalam sambutannya, Gusti Bhre menekankan pentingnya visi Mangkunegaran yang adaptif dan selaras dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Inklusivitas ini terlihat jelas dari pelibatan sekitar 1.000 masyarakat, mulai dari pelajar hingga komunitas warga sekitar, yang turut merasakan kemeriahan upacara di samping 800 tamu undangan resmi.

Baca Juga: Berniat Bikin Usaha Sampingan dengan Racik Petasan, Remaja di Simo Boyolali Nyaris Kehilangan Nyawa

Sebagai bagian dari tradisi, upacara ini juga menjadi momentum pemberian Kekancingan (gelar kehormatan) kepada sejumlah tokoh masyarakat yang dianggap berjasa dalam pelestarian budaya dan pengembangan sosial.

Catatan Sejarah: Apa Itu Tingalan Jumenengan? Tingalan Jumenengan merupakan agenda rutin tahunan untuk memperingati hari naik takhtanya penguasa Mangkunegaran. Kata tingalan berarti peringatan, sementara jumenengan berasal dari kata jumeneng yang bermakna bertakhta. Sejak dilantik pada 2022 lalu, Gusti Bhre secara konsisten mentransformasi Pura Mangkunegaran menjadi pusat kebudayaan yang dinamis dan terbuka bagi publik, menjadikannya salah satu ikon utama kekuatan budaya di Jawa Tengah. (ves/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#adaptif #jumenengan dalem #undangan #upacara #gusti bhre #mangkunegara #KGPAA Mangkunegara X