RADARSOLO.COM – Suasana Sasana Krida Mangkubumen tampak merah membara namun tetap teduh pada Sabtu (31/1/2026) malam.
DPC PDI Perjuangan Kota Solo menggelar pagelaran Wayang Kampung Sebelah (WKS) sebagai puncak peringatan HUT ke-53 partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Acara ini menjadi panggung simbolis kembalinya PDIP ke akar rumput.
Tanpa sekat protokoler yang kaku, para petinggi partai, pejabat kota, hingga aparat TNI-Polri duduk berdampingan dengan masyarakat umum untuk menikmati lakon yang menyuarakan narasi rakyat kecil.
Lewat lakon rakyat, PDIP Kota Solo memilih "mendengar" ketimbang "berbicara" di hari jadinya kali ini.
Wayang Kampung Sebelah: Suara "Wong Cilik" Jadi Fokus
Berbeda dengan pagelaran wayang kulit klasik, Wayang Kampung Sebelah dengan dalang Jlitheng Suparman dipilih karena narasinya yang membumi.
Ketua DPC PDIP Solo, Aria Bima, menegaskan bahwa WKS adalah media untuk merefleksikan persoalan nyata rakyat kecil, mulai dari isu kesehatan, pendidikan, hingga daya beli.
Aria Bima berharap momentum ini menjadi bahan evaluasi bagi partai agar tetap konsisten menjadi "Partai Wong Cilik" yang mampu mewujudkan keinginan masyarakat di tengah keberagaman Kota Solo.
"WKS menyuarakan narasi rakyat kecil, bukan narasi elite. Ini bahan masukan bagi kami, apakah ke depan PDIP sebagai partai wong cilik masih bisa mewujudkan keinginan rakyat lewat berbagai kegiatannya," ujar Aria Bima di sela acara.
Aria Bima menyatakan PDIP akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan kerakyatan di Kota Solo.
"Kami akan mendukung kegiatan-kegiatan yang bersifat kerakyatan, tentunya dalam narasi kebinekaan, dalam narasi kota sebagai Kota Solo yang sangat multikulturalisme. Maka untuk itu, Kota Solo kami harapkan akan semakin teduh, akan semakin guyub, akan semakin mewujudkan keinginan-keinginan dengan peradaban budaya yang sangat luar biasa," jelasnya.
Pesta Rakyat: 1.000 Voucher Kuliner UMKM Gratis
Kemeriahan HUT ke-53 ini semakin terasa dengan pelibatan 24 UMKM lokal di sekitar Sasana Krida.
Panitia membagikan 1.000 kupon gratis kepada masyarakat dan kader untuk jajan sepuasnya.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Solo, YF Sukasno, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan instruksi langsung untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan sekaligus memberi hiburan tanpa sekat atribut partai.
Langkah ini dipuji karena mampu menggerakkan ekonomi lokal secara merata di sekitar Sasana Krida, sehingga perayaan HUT partai memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga.
Kehadiran FX Hadi Rudyatmo dan Sinergi Pemerintah Kota
Momen haru terlihat saat mantan Wali Kota Solo sekaligus mantan Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, hadir memberikan dukungan moral kepada pengurus baru partai Banteng Moncong Putih tersebut.
Menariknya, acara ini tak hanya menjadi ajang konsolidasi partai, tapi juga ruang silaturahmi lintas sektor yang dihadiri Wali Kota Respati Ardi, Wakil Wali Kota Astrid Widayani, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, Komandan Kodim 0735/Surakarta Letkol Inf Fictor Juradi Situmorang.
Ini makin mempertegas posisi PDIP sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Surakarta dalam membangun Solo yang multikultural dan guyub rukun. (dam)
Editor : Damianus Bram