RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengambil langkah progresif untuk menangani isu kesehatan mental masyarakat yang kian mengkhawatirkan. Dua rumah sakit milik daerah, RSUD Bung Karno dan RSUD Fatmawati, diinstruksikan untuk menerjunkan tenaga psikolog mereka hingga ke tingkat Puskesmas guna memperpendek jarak pelayanan bagi warga.
Kebijakan ini diambil setelah Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi hasil sampling kesehatan mental yang dilakukan melalui program Posyandu Plus. Data menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan akses layanan psikologi yang lebih dekat dengan permukiman warga.
“Kami sudah koordinasi dengan RSUD Bung Karno dan RSUD Fatmawati untuk menerjunkan psikolognya sampai ke tingkat Puskesmas. Layanan kesehatan mental harus tersedia di tingkat terbawah sebagai rujukan dari deteksi awal di Posyandu Plus,” tegas Respati, Rabu kemarin (4/2).
Berdasarkan data Pemkot Solo, dari 6.000 orang yang mengikuti skrining kesehatan mental, sebanyak 9 persen atau sekitar 540 orang teridentifikasi memerlukan penanganan lebih lanjut (rujukan). Masalah yang ditemukan sangat beragam, mencakup lintas generasi mulai dari remaja, usia produktif, hingga lansia.
Selama ini, masyarakat cenderung baru mengakses layanan psikologi ketika sudah berada di tingkat rumah sakit. Dengan adanya psikolog di Puskesmas, Pemkot berharap deteksi dini dan penanganan awal dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
Posyandu Plus akan tetap menjadi garda terdepan sebagai tempat deteksi awal. Jika dalam pemeriksaan di Posyandu ditemukan indikasi gangguan mental, warga tidak perlu lagi langsung ke rumah sakit besar, melainkan cukup mendatangi Puskesmas setempat untuk berkonsultasi dengan psikolog yang bertugas.
“Ini upaya ekstra kita untuk menekan angka gangguan mental di Solo. Layanan di Posyandu Plus akan terus kami tingkatkan kualitasnya, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman untuk bercerita mengenai kondisi mental mereka,” imbuh wali kota.
Langkah ini diharapkan dapat menghapus stigma negatif terkait kesehatan mental sekaligus menciptakan ekosistem birokrasi kesehatan yang lebih humanis dan responsif terhadap kebutuhan psikososial warga Kota Bengawan. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno