Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Program Februari Kasih FORKESI Solo Fokus Pelatihan UMKM Disabilitas

Alfida Nurcholisah • Minggu, 8 Februari 2026 | 18:43 WIB
Februari Kasih (Kreasi Artistik Seni Inklusi dan Harmoni) yang diinisiasi Forum Keluarga Spesial Indonesia (FORKESI) Solo di Hall The Park Mall Solo Baru.
Februari Kasih (Kreasi Artistik Seni Inklusi dan Harmoni) yang diinisiasi Forum Keluarga Spesial Indonesia (FORKESI) Solo di Hall The Park Mall Solo Baru.

RADARSOLO.COM - Penguatan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas menjadi fokus dalam rangkaian kegiatan Februari Kasih (Kreasi Artistik Seni Inklusi dan Harmoni), yang diinisiasi Forum Keluarga Spesial Indonesia (FORKESI) Solo di Hall The Park Mall Solo Baru.

Forum yang digelar belum lama ini, menghadirkan berbagai ruang ekspresi seni inklusif melalui tari dan fashion show dari siswa SLBN Solo. Penampilan tersebut bukti bahwa ruang kreatif menjadi sarana bagi disabilitas dalam membangun rasa percaya diri. Sekaligus sarana partisipasi sosial bagi mereka.

Tak hanya menghadirkan ruang ekspresi seni inklusif, FORKESI juga menyiapkan program lanjutan berupa Pelatihan UMKM Tematik Hari Kasih pada 14-16 Februari 2026 di kawasan Keprabon, Ngarsopuro.

Ketua FORKESI Solo Nana Sunar Sasih mengatakan pelatihan ini menyasar peserta difabel dengan materi kurasi produk, pendampingan usaha, hingga praktik pemasaran langsung di ruang publik kreatif.

"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong inklusi berbasis kolaborasi lintas sektor. Melalui seni, UMKM, dan ruang kolaborasi seperti Solo Art Market, kami ingin inklusi hadir secara nyata berdaya, berdampak, dan menciptakan nilai,” ujarnya.

Ia berharap, para peserta tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga percaya diri memasarkan karyanya, membangun jejaring, serta menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi langsung Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani. Astrid yang juga Bunda Penggerak Inklusi menekankan pentingnya membangun ekosistem yang memberi peluang setara bagi penyandang disabilitas, terutama di sektor ekonomi.

“Kasih yang relevan hari ini adalah kasih yang memberdayakan. Penyandang disabilitas tidak membutuhkan panggung simpati, melainkan ekosistem yang membuka peluang,” tegasnya.

Astrid menambahkan, rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Surakarta sebagai kota inklusif yang ditegaskan melalui kerja kolaboratif di bidang seni dan ekonomi kreatif. Sekaligus memperkuat posisi difabel sebagai pelaku aktif dalam pembangunan.

Selain pertunjukan seni, acara juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman pelaku UMKM difabel, sebagai gambaran praktik kemandirian ekonomi berbasis akses dan pendampingan. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Forum Keluarga Spesial Indonesia #forkesi solo