RADARSOLO.COM – Kondisi antrean kendaraan pengangkut sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Solo mulai berangsur normal sejak Kamis (12/2/2026). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo kini memfokuskan perhatian pada langkah antisipasi lonjakan kiriman sampah menyusul adanya dua agenda besar yang akan berlangsung di Kota Solo pada akhir pekan ini.
Kepala DLH Kota Solo Herwin Tri Nugroho mengonfirmasi bahwa kendala teknis berupa kerusakan ekskavator yang memicu antrean panjang pada awal pekan lalu telah teratasi. Hal ini berkat dukungan alat berat tambahan yang dikirimkan oleh berbagai pihak guna mempercepat proses pengolahan di area dumping.
Baca Juga: 5 Mobil 7 Seater Rp100 Jutaan untuk Mudik Lebaran 2026, Nyaman dan Irit BBM dengan Harga Terjangkau
"Senin kemarin memang antrean cukup parah karena bertepatan dengan banyaknya kegiatan kerja bakti di wilayah, ditambah adanya kerusakan ekskavator. Namun, berkat bantuan ekskavator dan buldozer dari DPUPR, BBWSBS, hingga OPD kabupaten sekitar, kondisi hari Jumat ini sudah kembali terkendali," ujar Herwin, Jumat (13/2).
Berdasarkan data operasional, proses pengiriman sampah yang sebelumnya sempat tersendat hingga malam hari pada Selasa dan Rabu, kini sudah bisa diselesaikan lebih cepat. Pada Kamis lalu, seluruh armada sudah menyelesaikan pembuangan pada pukul 15.00 WIB, dan tren kelancaran tersebut berlanjut hingga Jumat siang.
Baca Juga: 5.000 Kue Keranjang Bakal Disebar di Grebeg Sudiro, Tarik Magnet Wisatawan Mancanegara
Kepala UPT Pengelolaan Sampah Kota Solo Edy Suparyanto menambahkan bahwa tambahan alat berat sangat krusial untuk mengurangi arus antrean di titik bongkar muat sampah.
"Alhamdulillah, saat ini tidak ada lagi antrean panjang yang meluber. Kami memaksimalkan bantuan alat berat ini agar proses dumping berjalan secepat mungkin dan tidak mengganggu jadwal pengambilan sampah di wilayah," terang Edy.
Baca Juga: Siap-siap Macet! Ini Rute Penutupan Jalan dan Jalur Alternatif Puncak Grebeg Sudiro di Pasar Gede
Meski kondisi telah normal, DLH Kota Solo tetap dalam status siaga. Pasalnya, dua acara besar yakni Karnaval Budaya Grebeg Sudiro pada Minggu (15/2) dan Puncak Perayaan Imlek 2026 pada Senin (16/2) diprediksi akan memproduksi sampah dalam jumlah besar.
"Minggu ada Grebeg Sudiro dan Senin ada Puncak Imlek, kemungkinan volume sampah akan meningkat tajam. Dengan ketersediaan alat berat yang lebih memadai saat ini, kami optimistis proses penanganan sampah di TPA tetap lancar dan tidak ada lagi penumpukan armada," tegas Herwin.
Pemkot Surakarta berharap masyarakat yang hadir dalam acara tersebut dapat tetap menjaga kebersihan di lokasi kegiatan guna membantu petugas kebersihan dalam mengelola volume sampah secara efektif. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno