RADARSOLO.COM – Fraksi PDI Perjuangan (F-PDIP) DPRD Kota Surakarta secara resmi menyatakan dukungannya terhadap gagasan Wali Kota Solo Respati Ardi, terkait pemberian stimulan bagi siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Meski mendukung penuh, fraksi menekankan pentingnya kecermatan dalam penataan anggaran daerah.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Surakarta dari Fraksi PDIP, Ekya Sih Hananto, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa gagasan tersebut sejalan dengan pembahasan internal yang selama ini digodok oleh partai.
Instruksi untuk mengawal isu ini pun telah diturunkan kepada anggota fraksi di Komisi IV.
Prioritas Anggaran 2026: Fokus Guru PAUD
Meski setuju secara prinsip, Ekya menjelaskan bahwa stimulan bagi siswa PAUD belum dapat dialokasikan dalam APBD Tahun Anggaran 2026 karena adanya keterbatasan anggaran dan penetapan skala prioritas.
"Walau anggota F-PDIP di Komisi IV cukup banyak, ini kan persoalan keterbatasan anggaran. Jadi pada Tahun Anggaran 2026 ini, kami belum bisa mengusulkan anggarannya untuk siswa," ujar Ekya yang sudah satu dekade bertugas di Komisi IV.
Meski demikian, Komisi IV dan Badan Anggaran (Banggar) telah sepakat untuk memprioritaskan stimulan bagi Guru-Guru PAUD pada tahun 2026.
Langkah ini diambil guna mengakomodir keluhan para pengajar PAUD yang selama ini menjadi garda terdepan pendidikan anak usia dini.
"Ketua Banggar Bapak Budi Prasetyo dan seluruh anggota Banggar sudah setuju. Nanti Guru-Guru PAUD akan mendapatkan stimulan dari APBD Tahun 2026," tegasnya.
Perjuangan Pendidikan di APBD Perubahan
Penempatan personel F-PDIP di Komisi IV tergolong dominan, diperkuat oleh nama-nama seperti Ekya Sih Hananto, Roro Indradi Sarwo Indah, Janjang Sumaryono Aji, Ngadiyo, dan Sagita.
Kekuatan ini akan digunakan untuk terus mengawal agar stimulan bagi siswa PAUD bisa segera terwujud di masa depan.
Ekya menyadari masih banyak anak usia dini di Solo yang belum mengenyam bangku sekolah, sehingga pemberian stimulan dianggap sebagai solusi krusial.
"Hal ini sudah pernah dibicarakan di rapat fraksi. Karena masih banyak anak usia PAUD belum masuk sekolah, maka ya harus ada stimulan. Coba nanti kita perjuangkan lagi di APBD (Perubahan), karena pendidikan itu adalah hak semua warga," pungkas Ekya. (dam)
Editor : Damianus Bram