RADARSOLO.COM – Manajemen Persis Solo bersikap tegas namun tetap menahan diri menyusul insiden kericuhan yang pecah usai laga tandang melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini. Klub berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut kini tengah menunggu hasil investigasi resmi dari operator liga terkait perusakan kendaraan suporter yang dinilai sudah di luar batas kewajaran.
Direktur Persis Solo Ginda Ferachtriawan menyatakan bahwa pihaknya menghormati proses verifikasi kronologi yang sedang dilakukan oleh perangkat pertandingan dan aparat keamanan. Namun, ia menekankan bahwa fakta di lapangan harus diungkap secara utuh.
“Kami masih menunggu hasil penyelidikan dari operator liga. Tentu nanti akan dilihat bagaimana kronologi lengkapnya seperti apa. Kami siap memberikan klarifikasi jika diperlukan,” ujar Ginda, Minggu (8/3/2026).
Manajemen memberikan perhatian khusus pada video yang viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan unit mobil milik suporter Persis Solo yang mengalami kerusakan parah, bahkan dalam kondisi terbalik akibat amuk massa.
Baca Juga: Persis Solo Terancam Dapat Sanksi Berat Karena Ulah Suporter, Ini Respons Manajemen
Ginda menilai aksi tersebut sudah bukan lagi sekadar ulah oknum biasa. “Kalau kaca mobil pecah, mungkin masih bisa disebut ulah oknum. Tapi kalau sampai mobil dibalik, tentu ini sudah di luar kewajaran. Itu yang perlu kita ketahui bersama, apa pemicu sebenarnya,” tegasnya.
Manajemen mengingatkan bahwa setiap insiden kekerasan, baik di dalam maupun di luar stadion, berpotensi mendatangkan sanksi berat dari Komdis PSSI yang merugikan klub secara finansial maupun status pertandingan.
Ginda mengimbau para pendukung setia Laskar Sambernyawa untuk tetap dewasa dalam menyikapi hasil pertandingan, terutama saat melakoni laga tandang. Fanatisme seharusnya disalurkan melalui dukungan kreatif, bukan tindakan yang memicu bentrokan.
“Tim tentu membutuhkan dukungan suporter, tapi jangan sampai dukungan itu justru menimbulkan kerugian bagi klub atau berujung sanksi. Kejadian di Jepara ini harus menjadi bahan evaluasi bersama bagi penyelenggara pertandingan,” imbuhnya.
Hingga saat ini, manajemen Persis Solo terus berkoordinasi dengan koordinator suporter untuk mendata kerugian yang dialami para penggemar yang berangkat ke Jepara. Pihak klub berharap operator liga segera merilis keputusan resmi agar atmosfer kompetisi kembali kondusif sebelum laga berikutnya. (atn)
Editor : Kabun Triyatno