Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Babak Baru Revitalisasi Keraton Solo: Usai Sanggabuwana, Giliran Keraton Kilen Bakal Dipercantik

Silvester Kurniawan • Kamis, 12 Maret 2026 | 18:05 WIB

Kondisi keraton kilen sudah sangat memprihatinkan dipenuhi tumbuhan liar. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)
Kondisi keraton kilen sudah sangat memprihatinkan dipenuhi tumbuhan liar. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Setelah sukses merampungkan pemugaran Panggung Sangga Buwana pada akhir 2025, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kini tancap gas memulai babak baru revitalisasi. Kali ini, fokus perbaikan diarahkan ke sisi barat kompleks kerajaan, yakni Keraton Kilen (Keraton Kulon), sebuah kawasan bersejarah yang memiliki nilai spiritual dan memori mendalam bagi trah Mataram Islam.

Langkah awal pembenahan ini ditandai dengan aksi kerja bakti besar-besaran yang melibatkan personel TNI pada Selasa (10/3) lalu. Giat tersebut bertujuan untuk membersihkan area yang selama ini terbengkalai sekaligus membuka kembali akses masuk yang telah tertutup selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Merespon Syarat Wali Kota Solo Respati, PB XIV Purbaya Resmi Ajukan Permohonan Listrik Keraton

Juru Bicara KGPA Tedjowulan, Kanjeng Pakuwisatanagoro menjelaskan bahwa revitalisasi Keraton Kilen merupakan bagian dari peta jalan besar pelestarian cagar budaya di lingkungan keraton.

"Panembahan Agung menyebut setelah Panggung Sanggabuwana, revitalisasi akan dilanjutkan di Keraton Kilen. Ini bersinergi dengan proses di museum yang juga masih berlanjut," jelasnya, Kamis (12/3).

Target utama dari proyek ini adalah memperluas zona wisata keraton agar tidak hanya berpusat di sisi timur. Dengan dibenahinya bangunan-bangunan yang rusak dan tidak terawat, diharapkan masyarakat nantinya dapat mengakses sisi barat keraton sebagai destinasi edukasi sejarah yang baru. Revitalisasi fisik sendiri diperkirakan mulai berjalan pada tahun 2026 ini sembari menyelesaikan inventarisasi aset.

Baca Juga: Panas! Kubu Purbaya Bongkar IMB Pribadi di Lahan Keraton, Pihak Tedjowulan Minta Fokus Transparansi

Dukungan penuh juga mengalir dari Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo. Ketua LDA, GKR Wandansari Koes Murtiyah atau Gusti Moeng, memaparkan betapa pentingnya nilai sejarah Keraton Kilen yang dibangun pada era Paku Buwono (PB) X sekitar tahun 1932-1933.

“Bangunan itu didirikan sebagai syarat spiritual agar keraton tidak pindah lokasi lagi, sekaligus untuk mematahkan ramalan tentang batas usia keraton yang hanya 200 tahun,” ungkap Gusti Moeng.

Baca Juga: Terbagi Dua Versi, Begini Suasana Kirab Malam Selikuran Keraton Solo

Menurut Gusti Moeng, Keraton Kilen bukan sekadar bangunan biasa, melainkan tempat tinggal pribadi PB X. Kawasan ini menyimpan memori keluarga kerajaan yang sangat privat, mulai dari kamar pribadi sang raja, kamar para ratu, hingga fasilitas administratif seperti Departemen Keuangan keraton di masa lampau. Bahkan, di area tersebut terdapat bunker khusus yang disiapkan untuk menghadapi kondisi darurat saat era Perang Dunia.

Melalui sinergi antara pihak keraton, pemerintah, dan keluarga besar trah kerajaan, revitalisasi ini diharapkan mampu menyelamatkan fragmen sejarah penting Kota Solo yang sempat mangkrak sejak 2017 tersebut. (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat #Lembaga Dewan Adat #mataram islam #Sangga Buwana #destinasi #spiritual #Paku Buwono #revitalisasi #wisata