Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Hindari Pusat Kota Solo! Dishub Imbau Pemudik Jalur Terusan Gunakan Rute Alternatif Mulai Pekan Depan

Silvester Kurniawan • Minggu, 15 Maret 2026 | 15:27 WIB

Pemudik yang menggunakan kereta api mulai tiba di Stasiun Balapan, Sabtu malam (14/3). (Arief Budiman/Radar Solo)
Pemudik yang menggunakan kereta api mulai tiba di Stasiun Balapan, Sabtu malam (14/3). (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pergerakan kendaraan di Kota Bengawan sepanjang akhir pekan ini, mulai Jumat (13/3) hingga Minggu (15/3), mulai bergeliat. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo mencatat arus mudik Lebaran belum menunjukkan lonjakan signifikan dan diprediksi baru akan membanjiri kota pada pertengahan pekan depan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Solo Andri Wahyudi mengungkapkan, kepadatan yang terjadi di sejumlah ruas jalan saat ini lebih disebabkan oleh aktivitas masyarakat yang mengunjungi pusat perbelanjaan, mal, pasar tradisional, hingga kedai kopi (coffee shop).

"Pantauan kami di kawasan perbelanjaan dan jalan-jalan kota sudah mulai terlihat kendaraan dari luar kota yang masuk, namun jumlahnya belum signifikan. Kondisi lalu lintas di ruas tol yang mengarah ke Solo juga masih relatif landai," ujar Andri, Minggu kemarin (15/3).

Berdasarkan data traffic counting Dishub Solo volume kendaraan yang melintas masih berada pada angka yang wajar untuk kategori akhir pekan. Akses masuk dari pintu tol seperti Simpang Klodran, Simpang Banyuanyar, maupun Simpang Sumber terpantau mulai bergeliat, tapi belum mengalami antrean panjang. Begitu pula dengan arus terusan yang menuju ke kabupaten tetangga di wilayah Solo Raya.

Dishub memprediksi puncak arus mudik akan mulai terlihat pada Selasa (17/3) hingga Kamis (18/3). Hal ini didasari oleh dimulainya libur sekolah pada Senin besok serta jadwal cuti bersama karyawan yang sebagian besar dimulai pada Rabu (18/3) bertepatan dengan Hari Raya Nyepi.

"Kemungkinan mulai Selasa hingga Kamis akan mulai meningkat drastis. Libur sekolah dimulai Senin, dan sebagian pekerja mulai libur di pertengahan pekan," hemat Andri.

Kondisi ini dikonfirmasi oleh para perantau di Solo. Arya Sasmita, seorang karyawan swasta asal Malang, mengaku baru akan memulai perjalanan mudik mendekati hari H. "Masih masuk sampai Selasa, libur baru Rabu. Jadi baru akan balik kalau tidak Selasa malam ya di Rabu sekalian," ucapnya.

Guna menghindari penumpukan kendaraan di jantung kota, dishub mengimbau pemudik yang hanya melintasi Solo (tujuan Jawa Timur atau Wonogiri) untuk memanfaatkan jalur lingkar atau rute alternatif sesuai rambu yang telah dipasang.

Petugas mengingatkan agar pengendara tidak memaksakan masuk ke pusat kota jika tidak memiliki kepentingan mendesak, mengingat kapasitas jalan di dalam kota yang terbatas.

"Kami harap masyarakat tetap tertib berlalu lintas dan mematuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama," ujar Andri. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#lebaran #pasar tradisional #antrean panjang #arus mudik lebaran #Pemudik #pusat perbelanjaan