RADARSOLO.COM - Insiden kebakaran mewarnai perayaan Idul Fitri di kawasan Kratonan, tepatnya di Jalan Dworowati, Kecamatan Serengan, Jumat (20/3/2026) pagi.
Peristiwa tersebut terjadi tak lama setelah warga selesai melaksanakan salat Idul Fitri. Kepulan asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dan mengagetkan warga sekitar.
Kebakaran diketahui berasal dari sebuah bangunan yang bukan difungsikan sebagai rumah tinggal. Berdasarkan keterangan warga, bangunan tersebut digunakan sebagai tempat produksi sekaligus gudang konveksi.
Di dalamnya tersimpan berbagai bahan mudah terbakar seperti karpet keset dan bantal.
Salah satu warga, Henry, mengaku pertama kali menyadari kejadian tersebut setelah pulang dari salat Idulfitri.
Saat itu, ia melihat asap hitam tebal muncul dari bangunan yang berada tepat di samping rumahnya. Dia pun segera mengecek sumber asap tersebut.
“Rumah warga sini. Tadi saya habis salat ied, pulang dari salat ied itu tiba-tiba ada asap hitam pekat. Kebetulan titik kebakaran berada di samping rumah saya,” ujar Henry saat ditemui di lokasi kejadian.
Setelah memastikan sumber kebakaran, Henry menyebut bangunan yang terbakar bukan hunian. Menurutnya, tempat tersebut lebih difungsikan sebagai gudang sekaligus lokasi produksi konveksi skala rumahan.
“Setelah saya cek, yang kebakaran itu di dalamnya konveksi yang bikin bantal dan keset kecil. Sebenarnya ini bukan tempat tinggal, cuma seperti gudang,” imbuhnya.
Banyaknya bahan mudah terbakar di dalam bangunan membuat api dengan cepat membesar. Tumpukan kayu, kain, serta material karpet menjadi pemicu utama api menjalar hampir ke seluruh bagian bangunan.
Kondisi tersebut sempat membuat warga khawatir api akan merembet ke bangunan lain.
Beruntung, respons cepat petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah api meluas. Sejumlah unit damkar langsung diterjunkan ke lokasi begitu laporan diterima. Proses pemadaman pun dilakukan secara intensif.
Petugas pemadam kebakaran, Bram Andika, menjelaskan bahwa satu unit awalnya diberangkatkan dari Pos Gading.
Selanjutnya, bantuan tambahan datang dari beberapa pos lain untuk mempercepat penanganan.
“Satu unit diberangkatkan dari Gading, disusul pos lain dari Pedaringan, Kota Barat, dan Banyuanyar. BPBD juga turut membantu dalam proses pemadaman,” jelas Bram.
Ia menambahkan, saat petugas tiba di lokasi, kondisi api sudah membesar dan hampir memenuhi seluruh bangunan. Lantai satu bangunan dilaporkan telah terbakar cukup parah.
“Untuk posisi api tadi sudah memenuhi bangunan, terutama di lantai satu yang sudah terbakar. Api membesar kemungkinan karena banyak tumpukan kayu dan karpet di dalamnya,” lanjutnya.
Meski demikian, proses pemadaman berjalan relatif lancar. Dalam waktu kurang lebih 45 menit, api berhasil dikendalikan dan tidak sampai merembet ke bangunan di sekitarnya.
“Saat ini api sudah dipadamkan. Kami masih melakukan proses pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa,” tegas Bram.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas belum dapat memastikan sumber awal api, mengingat saat tiba di lokasi, api sudah dalam kondisi membesar dan melahap bangunan. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy