RADARSOLO.COM – Wajah pasar tradisional di Kota Solo terus berbenah. Kini, Pasar Gede tak hanya menjadi pusat ekonomi rakyat, tetapi juga menghadirkan layanan publik modern berupa fasilitas air siap minum gratis bagi pengunjung dan pedagang.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkor Solo mendorong transformasi pasar tradisional agar lebih ramah, sehat, dan efisien bagi masyarakat.
Fasilitas air siap minum yang disediakan oleh PDAM Toya Wening Solo itu langsung dimanfaatkan warga. Pengunjung pasar, Anissa (23), mengaku terkesan dengan kemudahan akses air bersih yang bisa langsung diminum di lokasi.
“Sudah coba tadi, rasanya sama seperti air minum biasa. Kebetulan saya bawa tumbler jadi sekalian isi penuh,” ujarnya, Kamis (2/4).
Tak hanya pengunjung, pedagang hingga pekerja informal seperti tukang parkir dan pengemudi becak juga merasakan manfaat langsung. Mereka kini tak perlu lagi membeli air kemasan saat beraktivitas di tengah terik.
Baca Juga: 4 Mobil Bekas Tahun Muda Dibawah Rp100 Juta: Mesin Bandel, Pajak Ringan dan Irit BBM
“Sekarang haus tinggal minum. Dulu harus beli air botolan, sekarang lebih hemat,” kata Atik, salah satu pedagang.
Fasilitas ini resmi diluncurkan pada Rabu (1/4) sebagai bagian dari program peningkatan kualitas layanan dasar di pasar tradisional. Selain meningkatkan kenyamanan, langkah ini juga dinilai mampu menekan pengeluaran harian masyarakat kecil.
Baca Juga: Kasus Pembunuhan di Tangkil Sragen Terungkap, Sandiwara Korban Hamil 8 Minggu Berujung Maut
Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan bahwa penyediaan air siap minum merupakan bagian dari strategi revitalisasi pasar tradisional agar mampu bersaing tanpa kehilangan identitas lokalnya.
“Pasar tradisional harus naik kelas. Tidak hanya tempat jual beli, tapi juga menyediakan layanan publik yang layak dan sehat,” ujarnya.
Ia memastikan air yang disediakan telah melalui proses pengolahan berstandar tinggi sehingga aman dikonsumsi langsung. Fasilitas tersebut juga ditempatkan di titik-titik strategis agar mudah diakses masyarakat.
Program ini diharapkan menjadi solusi praktis bagi pedagang sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk lebih peduli terhadap konsumsi air bersih dan pengurangan sampah plastik dari air kemasan.
Ke depan, Pemkot Solo membuka peluang memperluas fasilitas serupa ke pasar-pasar tradisional lainnya, sebagai bagian dari upaya membangun ruang publik yang inklusif dan berkelanjutan. (ves)
Editor : Kabun Triyatno