Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

"Buang-buang Duit Proyek", Pedagang Pasar Ayam Semanggi Protes IPAL Dipasang Asal-asalan, Kondisi Lingkungan Semakin Kumuh

Alfida Nurcholisah • Minggu, 5 April 2026 | 18:27 WIB
Kondisi Pasar Hewan Semanggi, Kota Solo yang semakin memprihatinkan. (M.IHSAN/RADAR SOLO)Kondisi Pasar Silir Semanggi, Kota Solo yang semakin memprihatinkan. (M.IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Kondisi Pasar Silir atau yang lebih dikenal dengan Pasar Ayam Semanggi, Kota Solo, kian memprihatinkan. 

Para pedagang mengeluhkan buruknya fasilitas infrastruktur dan tingkat kebersihan lingkungan.

Berbagai masalah mulai dari saluran irigasi yang tidak berfungsi secara optimal, pengelolaan sampah yang dinilai kurang, hingga proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dianggap tidak memberikan dampak signifikan, terus menghantui aktivitas niaga sehari-hari.

IPAL Dinilai Terpasang Asal-asalan

Salah satu pedagang, Guntur Wijaya, mengungkapkan, pembangunan IPAL di bagian belakang pasar sama sekali tidak berjalan efektif karena diduga ada kesalahan teknis pada proses pemasangannya.

Baca Juga: Jembatan Garuda Dibangun di Girimarto Wonogiri, Akses Mobilitas Desa Jendi dan Nungkulan Segera Terhubung

"IPAL-nya tidak berguna, enggak ngefek karena pipanya dipasang di atas air, seharusnya kan di bawah air," keluhnya.

Akibat kondisi tersebut, saluran dari got pembuangan air bekas pemotongan ayam langsung mengalir begitu saja ke sungai tanpa melalui proses pengolahan yang semestinya.

"Harusnya kan dengan adanya IPAL itu ada pengolahan dulu, tapi ini nggak berfungsi. Jadi buang-buang duit proyeknya enggak berjalan optimal," ungkap Guntur meluapkan kekecewaannya.

Jalan Becek hingga Bau Sampah Menyengat

Hal serupa juga dikeluhkan Dedi Lisan Saputra, pedagang ayam hidup yang berlokasi di bagian depan pasar.

Ia membeberkan fakta bahwa sejak tahun 2010, kondisi pasar memang terus mengalami penurunan kualitas sarana dan prasarana secara drastis.

Baca Juga: Pastikan Ibadah Khidmat, AKBP Wahyu Sulistyo Tinjau Langsung Pengamanan Paskah di Gereja Katolik Yohanes Rasul

"Kondisi pasar semakin ke sini semakin parah. Irigasi berantakan pengelolaan sampah juga tidak berjalan," ujarnya.

Menghadapi situasi lingkungan yang kotor tersebut, Dedi menceritakan bahwa selama ini warga pasar terpaksa harus bergotong royong secara swadaya untuk membersihkan tumpukan lumpur dan kotoran sehabis hujan di tengah area pasar.

Para pedagang dipaksa mandiri untuk membenahi jalan agar akses para pembeli bisa lebih mudah dan nyaman saat bertransaksi.

"Jalan di tengah pasar ini kalau kemarau saja becek, apalagi hujan, sering banjir. Jadi kita gotong royong untuk menghilangkan lumpur biar lebih mudah jalannya," ungkapnya.

Baca Juga: Sapi untuk Kurban di Nguter Sukoharjo Bakal Langka? Peternak Enggan Pelihara karena Trauma PMK

Selain menyoroti kondisi jalan yang tak kunjung mendapat perbaikan, Dedi juga merasa resah dengan sistem pengelolaan tumpukan sampah yang dinilai sangat tidak optimal karena kerap menimbulkan bau menusuk ke seluruh penjuru pasar.

"Sampah ditaruh di tengah pasar itu sangat bau, apalagi kalau hujan," imbuhnya.

Ruko Bocor dan Desakan Pembenahan

Keluhan senada diutarakan Eko Supriyono, pedagang lainnya. Ia sangat berharap segera ada pembenahan yang bersifat menyeluruh terhadap wajah dan fasilitas Pasar Silir.

Khususnya, perbaikan yang menyasar pada infrastruktur dasar seperti saluran irigasi dan kelayakan struktur bangunan ruko tempat mereka mengais rezeki.

"Irigasinya banyak yang buntu, kalau hujan pasti banjir. Ruko-ruko juga banyak yang bocor, kalau hujan tetap basah walaupun di dalam," katanya.

Melalui rentetan keluhan ini, para pedagang berharap Pemkot Solo segera turun tangan melakukan pembenahan kawasan Pasar Silir secara keseluruhan.

Baca Juga: Kondisi Bangunan Kritis, Disdik Klaten Ajukan Permohonan Rehab Mendesak Bangunan SDN 2 Sribit Delanggu ke Kemendikdasmen

Mereka juga menuntut agar proyek yang telah dibangun seperti IPAL segera ditinjau ulang dan diperbaiki secara serius agar benar-benar berfungsi dengan baik.

Bukan sekadar menjadi proyek bangunan yang minim manfaat bagi pedagang maupun kelestarian lingkungan sekitarnya. (alf)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#pasar silir #kumuh #Pasar Ayam Semanggi #IPAL #sampah